Sudah Disegel Aparat, Ada Kedapatan Bawa Anak Kecil

CIKARANG SELATANG – Di saat pemerintah mengimbau agar masyarakat menerapkan jaga jarak atau social distancing untuk memutus mata rantai virus korona. Para pekerja seks komersial (PSK) di pinggiran Kali Malang, Kecamatan Cikarang Selatan ternyata tidak memedulikannya. Mereka tetap beroperasi dan mangkal seperti biasa.

Bahkan, Sabtu (13/6) malam delapan PSK diamankan petugas Polres Metro Bekasi, lantaran ketahuan masih menerima tamu pria hidung belang di tengah pandemi virus korona.

Informasi yang dihimpun Cikarang Ekspres, delapan PSK diamankan dari sejumlah tempat hiburan yang ada di pinggiran kali malang di dua Desa, yakni Desa Cibatu dan Desa Pasir Sari, Kecamatan Cikarang Selatan, Kabupaten Bekasi.

Padahal, tempat prostitusi berkedok warung remang-remang tersebut sudah disegel dengan diberi peringatan oleh Sat Pol PP Kecamatan Cikarang Selatan beberapa waktu lalu. Ironisnya ada satu PSK menjajakan diri dengan ditemani anaknya yang masih kecil.

Kapolsek Cikarang Selatan Kompol Sukadi mengatakan, para PSK ini kemudian dibawa ke Mapolsek untuk mendapatkan pembinaan. Menurut dia, razia ini melibatkan 12 personel Polsek Cikarang Selatan dan BKO 25 personel Polres Metro Bekasi.

“Mereka kami data, baru kami lakukan pembinaan di Polsek Cikarang Selatan,” ujar dia, kemarin.

Selain menjaring PSK, pihaknya juga melakukan razia pada puluhan kafe lainnya dan tempat penjual miras yang berdiri di atas lahan milik pemerintah (pengairan) tersebut. Namun dari sekian banyak tempat, tidak ada satu pun tempat yang buka. Polisi menduga bahwa kegiatan yang digelar telah bocor.

“Semua tempat itu tidak punya izin. Makanya ini akan kami periksa tapi ternyata tutup semua, hanya ada beberapa warung klontong yang buka. Dan hampir semua warung remang-remang di wilayah tersebut, juga terindikasi merupakan ajang prostitusi terselubung,” ungkap Sukadi.

Sementara itu, Kasubbag Humas Polres Metro Bekasi Kompol Sunardi menambahkan puluhan warung remang-remang yang nekad beroperasi telah ditutup paksa oleh petugas keamanan gabungan setempat.”Kami sudah me-warning agar tidak nekad membuka usaha tapi mereka tetap saja membandel jadi terpaksa kita segel dan tutup paksa,” ucap dia.

Sunardi mengatakan selain personel kepolisian operasi gabungan itu juga melibatkan aparat TNI, Satpol PP, hingga petugas keamanan di tingkat kecamatan.
“Tidak ada kompromi di sini. Saya tegaskan sekali lagi jangan membuat keramaian terlebih saat ini kita tengah di masa transisi akibat terdampak virus corona. Jadi jangan sampai justru menciptakan kluster baru penyebaran virus,” ucapnya.
Sunardi mengimbau segenap lapisan masyarakat mematuhi anjuran pemerintah untuk menerapkan protokol kesehatan selama pandemi corona virus disease 2019 (COVID-19) agar penyebaran virus dapat diminimalisir.

“Tentunya kita semua berharap pandemi ini segera berakhir jadi segala aktivitas yang berpotensi menimbulkan kerumunan dan keramaian harus dihindari,” kata dia.

Kepala Seksi Ketentraman dan Ketertiban Kecamatan Cikarang Selatan Mulnadiantorio Sopiandi mengatakan sedikitnya ada 70 warung remang-remang yang ditutup paksa.

“Sudah diperingatkan untuk tidak membuat beroperasi tapi puluhan warung remang-remang itu tetap masih nekad buka,” katanya.

Puluhan warung yang ditutup paksa petugas itu berada di sepanjang bantaran Sungai Kalimalang tepatnya di wilayah Desa Pasirsari dan Desa Cibatu, Kecamatan Cikarang Selatan.

Selain menutup warung remang-remang petugas gabungan juga menutup tiga lapo (tempat makan tradisional) serta kontrakan yang kedapatan dialihfungsikan menjadi tempat prostitusi oleh penghuninya.

“Penutupan dilakukan menyusul adanya keluhan dari masyarakat sekaligus sebagai upaya untuk mencegah terjadinya penyebaran virus corona di masa pandemi ini,” ungkapnya.

Pihaknya juga melakukan penyegelan bangunan untuk mengantisipasi beroperasinya kembali warung-warung tersebut. Selain itu dia pun telah menginstruksikan anggotanya untuk berpatroli secara rutin dengan dibantu petugas Linmas di masing-masing desa.

“Beberapa pemilik warung juga sudah kita minta untuk menandatangani surat perjanjian agar mematuhi aturan pemerintah. Kita akan pantau ketat untuk pastikan tidak ada lagi warung remang-remang yang nekad beroperasi,” tukas dia. (jio/hyt)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here