METRO CIKARANG – Imbas covid-19, membuat pengusaha hotel dan pariwisata terkena dampaknya. Di Kabupaten Bekasi hampir semua hotel mengalami penurunan okupansi tak terkecuali Batiqa Hotel Jababeka.

General Batiqa Hotel Jababeka Gustaf Adolf mengatakan, ketika pandemik diumumkan pada bulan Maret hotel masih rame pengunjung, memasuki bulan April langsung drop hingga berkurang hampir 22 persen.

“Tapi dari April itu kita mengikuti protokol kesehatan. Di bulan Mei kita sempet naik dari 22 persen menjadi 26 persen hingga lebaran hotel masih rame walaupun rata-rata hunian 35 persen,” kata Gustaf kepada awak media, Kamis (23/7).

Di Bulan Juli, Hotel Batiqa diisukan adanya korona. Namun, kabar tersebut dibantah keras Gustaf. 

“Iya, memang di Kabupaten Bekasi ada beberapa karyawan perusahaan besar yang resmi dinyatakan kena korona. Jadi, dengan adanya kabar tersebut pengunjung hotel pun makin berkurang,” tuturnya.

Untuk itu, Batiqa Hotel Jababeka berupaya meyakinkan para pengunjung dengan cara melengkapi hotel dengan protokol kesehatan sesuai standar Kementerian Kesehatan.

“Kita sudah dilengkapin, seperti kita sediakan wastafel di depan pintu utama, cek suhu, sosial distensing, psysikal distencing sudah pasti ada dan anjuran-anjuran dari pemerintah pun kita lakukan,” ujarnya.

Kemudian, untuk yang cek in tidak bersentuhan langsung, bakan pen bekas pakai juga kita bersihkan lagi kemudian hanseniteiser pun dimana-mana.

“Hampir di semua sudut ada hand seniteizer, biar gampang nyarinya,” jelasnya.

Selanjutnya, untuk didalam kamar handuk dibungkus dengan pelastik. gelas untuk minum pengunjung pun diganti dengan gelas plastik, biar sekali pakai dan buang.

“Memang ada biaya tambahan untuk itu. Tapi mau gak mau demi kenyamanan para tamu,” tandasnya.

Selain itu, untuk oreder menu makanan tidak lagi memakai memo tapi barkode. “Jadi kita sudah benar-benar melakukan Sesuai protokol kesehatan,” pungkanya.

(Jamil)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here