METRO KARAWANG – Kepala desa perempuan menjadi perhatian serius Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT). 

Buktinya pada Selasa (27/11/2020), Wamendes PDTT) Budi Arie Setiadi sambangi Desa Bengle, Kecamatan Majalaya, Kabupaten Karawang, Jawa Barat.

Ia juga menyempatkan diri untuk berdialog dengan ibu-ibu PKK Pengelola Bank Sampah, Kelompok Wanita Tani (KWT), Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga (UP2K), pengelola Dana Sosial Masyarakat (DASOMAS), UKM, Koperasi dan Perempuan Kepala Keluarga (PEKKA) Desa Bengle. 

Bahkan, Budi Arie meninjau Industri Produksi/Budidaya Maggot yang merupakan salah satu Best Practice Keterlibatan Perempuan di Desa Bengle.

Budi Arie menuturkan kunjungan kerja ini guna melihat situasi dan kondisi desa yang dipimpin kepala desa perempuan yaitu Lia Amelia.

“Ini kunjungan saya karena saya janji sama Bu Kades waktu acara minggu lalu di Grand Sahid, Jakarta, ketika diskusi tentang SDGs desa soal isu perempuan atau desa ramah perempuan. Dan Saya bilang sama Ibu Amel (Kepala Desa Bengle), saya datang. Saya mau lihat desa yang dipimpin oleh kades perempuan itu seperti apa sih,” ujar dia melalui keterangan tertulis, Selasa (17/11).

Ia optimis dengan adanya poin berkesetaraan gender dalam SDGs Desa, dapat menjadikan pembangunan yang bernuansa ramah terhadap perempuan bisa terwujud. “Artinya memberdayakan perempuan berarti memberdayakan sebuah bangsa,” tegas Budi Arie.

Ia pun berharap, kepemimpinan perempuan baik sebagai kepala desa, camat, bupati, gubernur bisa membawa perspektif tentang pembangunan yang ramah gender.

“Saya selalu berimajinasi, kalau lihat kadesnya perempuan pasti desanya lebih bersih dan lebih ramah. Karena kalau ramah terhadap perempuan, pasti ramah terhadap anak,” imbuhnya.

Budi Arie meyakini bahwa desa yang dipimpin perempuan pasti mampu memberikan cinta bagi desa dan warganya seperti ia mencintai anak-anaknya.

“Jadi cinta itu alami, tapi kebencian itu diajarkan. Karena itu saya harapkan ini, terus terang kunjungan ke desa Bengle ini sekaligus saya juga ingin menggelorakan kepemimpinan perempuan di desa-desa seluruh Indonesia,” ucapnya.

Data Kemendes PDTT, dari 74.953 desa di seluruh Indonesia baru sekitar 6.500 desa yang dipimpin perempuan.

“Jadi kurang dari 10 persen. Sama seperti di Karawang, dari 297 desa, baru 20 kepala desanya perempuan. Kalau bisa 30 persennya perempuan jadi kepala desa di Karawang,” tukas dia.

Budi Arie mengajak perempuan untuk terlibat menjadi kekuatan ekonomi desa, bukan hanya jadi kekuatan sosial masyarakat

“Selama ini kita selalu berpikir bahwa perempuan sebagai kekuatan sosial masyarakat. Menurut saya, saatnya sekarang perempuan harus menjadi kekuatan ekonomi,” pungkasnya.

(Hayat)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here