METRO KARAWANG-Sejumlah desa di wilayah Kabupaten Karawang, secara bertahap mulai mendistribusikan Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Desa tahap ll, akhir pekan ini.

Jaring Pengaman Sosial (JPS) yang sumbernya dari Dana Desa itu, nominalnya Rp. 600 ribu per keluarga penerima manfaat (KPM).

Di Desa Muarabaru, Kecamatan Cilamaya Wetan, proses distribusi dilakukan serentak di kantor desa, pada Sabtu, (11/7) pagi.

Desa pemilik anggaran Dana Desa terbesar di Karawang itu, mengalokasikan sebanyak 35 persen Dana Desanya untuk BLT Dana Desa. Hasilnya, anggaran sebesar Rp. 747 juta itu, dibagikan kepada 415 KPM yang tersebar di empat dusun disana.

Kepala Desa Muarabaru, Ato Sukanto mengatakan, pembagian BLT Dana Desa dilakukan dalam waktu satu hari di kantor desa. Tujuannya, agar kepala desa bisa secara langsung mengawasi jalannya pembagian BLT. Dengan harapan, tidak ada issu pemotongan nominal BLT Dana Desa.

“Pembagian di kantor desa, dengan tetap menerapkan protokol kesehatan. Dengan begitu, saya bisa memantau langsung proses distribusi BLT pada masyarakat,” ujar Ato, kepada OnlineMetro.id.

Sementara, di Desa Lemahabang, Kecamatan Lemahabang, proses pembagiam BLT Dana Desa berlangsung sangat cepat. Dengan jumlah KPM 195 orang, Pemdea Lemahabang mengalokasikan 30 persen anggaran dana desa, dengan nilai Rp. 117 juta.

“Dibagikan pagi dan selesai siang hari. Berlangsung cepat, karena kita gunakan sistem loket. Dengan jumlah empat loket yang tersedia,” jelasnya.

Didin mengatakan, Pemdes Lemahabang mewajibkan penerima BLT Dana Desa untuk menempelkan stiker tanda warga miskin pemerima BLT di depan rumahnya.

“KPM yang menerima BLT diwajibkan menempel stiker itu, sebagai bentuk transfaransi pada masyarakat yang lain,” imbuhnya.

Sebelumnya, Desa Pasirjaya, Kecamatan Cilamaya Kulon, sudah lebih dulu membagikan BLT Dana Desa tahap ll pada Kamis, (9/7) kemarin

Kepala Desa Pasirjaya, Abdul Hakim alias Wakzie Saglak mengatakan, jumlah KPM di Desa Pasirjaya sebanyak 236 orang. Pihaknya, sambung Saglak, menganggarkan 30 persen dari dana desa, atau sebesar Rp. 141,6 juta, untuk jaring pengaman sosial Covid-19 itu.

“Kami sudah bagikan BLT Dana Desa pada Kamis kemarin. Masyarakat kita undang ke desa, untuk secara langsung mengambil uang tunai Rp. 600 ribu,” ujarnya.

(Wahyu)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here