METRO KARAWANG – Bantuan sosial (bansos) dari desa hingga pusat tak lagi diterima warga miskin yang tinggal di Kampung Sukamanaah Timur, RT/RW 002/012 Desa Cikampek Barat, Kecamatan Cikampek, Kabupaten Karawang. Dia adalah Emak Amah (60) yang tinggal di rumah tidak layak huni bersama satu anak dengan keempat cucunya.

Di tengah situasi sulit akibat pandemi, Emak Amah bertahan hidup dengan membantu setrika baji tetangganya.

Bahkan menurut Emak Amah yang dikonfirmasi Rabu (16/7), BLT Dana Desa yang didata dari tingkat Cikampek Barat, justru menyasar keluarga yang berada. Sedangkan dirinya luput dari pendataan.

“Tetap bersyukur saja, awalnya Emak dapat bantuan uang senilai Rp 600 ribu. Itu hanya sebulan saja, berikutnya gak ada lagi,” kata dia.

Atas kondisi tersebut, Emak Amah mencoba menanyakan langsung ke aparat Desa Cikampek Barat saat pengambilan pencairan bantymuan covid-19 di kantor desa pada Jumat (10/7) lalu.

“Saya kaget kok gak dapat yah, alasan mereka (aparat desa) sudah dialihkan ke orang yang membutuhkan,” keluh dia.

Emak Amah mengaku sedih dan kecewa atas bantuan ke warga miskin di tengah masa sulit banyak dipilah dan dipilih.

Ia pun tetap tegar menjalani hidup tanpa bantuan pemerimtah. Dari mulai kuli, setrika baju tetangga dan jahit gantungan kunci. “Ya bisa makan bareng anak dan cucu sudah cukup,” ucap Emak Amah.  

Menanggapi itu, Ketua Relawan Posko Perjuangan Rakyat (Pospera) Cabang Karawang Risna Sundari Purba mengaku prihatin banyak warga miskin tak tersentuh bantuan sosial dari pemerintah.

Ia pun mempertanyakan apa dasar penghentian bantuan covid ke Emak Amah yang sudah jelas butuh uluran tangan pemerintah.

“Ini ada masalah, bagaimana bisa dihentikan tanpa alasan. Apa memang Emak Amah gak layak terima bantuan, lalu yang layak seperti apa,” tegas Risna.

Dirinya bakal ke lokasi korban ketikdabecusan pemerintah desa, kecamatan dan kabupaten yang disinyalir ada penyalahgunaan.

“Kita akan cek langsung ke Cikampek Barat, apakah sudah tepat sasaran terkait bantuan sosial untuk keluarga miskin. Jangan sampai anggaran sosial terutama yang bersumber dari dana desa atau anggaran lainya yang turun melalui pemerintah desa hanya untuk golonganya, apalagi musim Pilkades sudah semakin dekat,” ungkap Risna.

(Hasan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here