METRO CIKARANG – Bupati Bekasi, Eka Supria Atmaja resmi membuka perhelatan tahunan Musabaqoh Tilawatil Quran (MTQ ) Ke-52 tingkat Kabupaten Bekasi dengan protokol kesehatan yang ketat di Kantor Kecamatan Cikarang Pusat, pada Senin (23/11).

Di mana, panitia membakar semangat peserta dengan menghadirkan qori remaja putera asal Kabupaten Bekasi yang baru saja menyabet gelar juara terbaik ketiga MTQ Nasional ke-28 di Padang Sumatera Barat. Dia adalah Muhamad Basori Alwi, asal Kampung Cilangkara Kecamatan Serang Baru.

Diketahui, acara pembukaan tersebut ditandai dengan pemukulan beduk yang berlangsung di Plaza Kecanatan Cikarang Pusat itu bertajuk mewujudkan Sumber daya manusia (SDM) yang unggul dan qurani menuju Kabupaten Bekasi dua kali tambah baik benar-benar bisa diwujudkan.

Tercatat ada 518 orang peserta mengikuti berbagai cabang yang diperlombakan dalam MTQ ke-52.

“Mari kita bergandengan tangan dan bekerja bersama menjawab semua halangan dan rintangan yang hadapi untuk Kabupaten Bekasi tambah maju,” ujar dia didampingi Sekda Uju.

Bupati Eka berharap dari perhelatan MTQ tersebut akan muncul bibit-bibit unggul yang mampu tampil dan berbicara mewakili Kabupaten Bekasi dilevel yang lebih tinggi yaitu tingkat provinsi serta tingkat nasional.

“Alhamdulilah pada MTQ Nasional kemarin di Padang anak-anak kita ada yang menjadi juara nasional dua orang yaitu juara  tiga tilawah 5 Juz serta juara I Kaligrafi,” ungkapnya

Ia juga menyatakan MTQ tahun ini diselenggarakan dengan protokol kesehatan yang ketat berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya lantaran masih pandemi. Untuk itu ia meminta kepada panitia  untuk tetap memperketa protkol kesehatan sehingga  perhalatan MTQ ke-52 Tahun 2020 ini bisa  sukses.

“Kita juga sudah melaksanakan swab dan rapid tes kepada semua peserta mudah-mudahan acara ini bisa berjalan lancar serta menghasilkan bibit –bibit unggul peserta MTQ,”terang dia.

Sementara itu, Ketua Panitia MTQ sekaligus Asda I, R Yana Suyatna mengatakan peserta dibagi beberapa cabang lomba yang dipertandingkan di antaranya cabang, tilawah, murotal, sab’ah, tahifzh, tafsir, hadits, syarh, fahm serta kaligrafi.

“Untuk satu kali pertandingan itu terbagi  atas 7-8 kecamatan jadi tidak boleh 23 semuanya dan itu kita laksanakan bergilir atau bergantian ,” ujar mantan Kadishub ini pada Selasa (23/11)

Selain itu sebelum pertandingan selama masa pelaksanaan MTQ, peserta diwajibkan untuk mengikuti rapid test di Puskesmas kecamatannya masing-masing disesuaikan dengan jadwal  teknis perlombaan.

“Pokoknya prinsipnya adalah mengedepankan kewaspadaan, keselamatan, kesehatan, kebermanfaatan serta kemaslahatan bagi dewan hakim, pembina, peserta , masyarakat, serta LPTQ dengan adaptasi kebiasan baru dengan  tidak ada pengerahan atau mengunang kehadiran massa yang sifatnya kolosal,” tambahnya. 

(Yudi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here