METRO CIKARANG – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Bekasi, akan mengupayakan melakukan pembangunan jalan di Jalan Inspeksi Kalimalang. Meskipun di tengah pandemi Covid-19.

Meskipun beberapa bulan belakangan sudah ada rencana akan melelang pembangunan tiga jembatan dengan nilai total mencapai kurang lebih Rp80 miliar. Namun hingga saat ini masih dalam proses administrasi.

Sekretaris Dinas PUPR Kabupaten Bekasi, Iman Nugraha menyebutkan ketiga jembatan yang akan dilelang adalah jembatan DAM Kalimalang Pintu Air Kali Cikarang yang berada di Desa Wangunharja, Kecamatan Cikarang Utara senilai Rp35 miliar, jembatan di Kp. Jarakosta Desa Sukadanau Kecamatan Cikarang Barat senilai Rp16 miliar dan Jembatan Cibeet di Kecamatan Bojongmangu senilai Rp30 miliar.

“Dua jembatan besar itu berada di Jalan Inspeksi Kalimalang ruas Cibitung – Tegal Gede. Jadi ruas jalan tersebut nantinya akan 100% menjadi dua jalur seperti ruas Tegal Gede – Tegal Danas yang sudah dua jalur. Sedangkan satunya lagi Jembatan Cibeet di Kecamatan Bojongmangu,” kata Iman

Menurut dial, berkas permohonan ketiga jembatan tersebut saat ini sudah masuk di Unit Layanan Pengadaan Barang dan Jasa. Namun masih dalam perapihan administrasi.

“Berkas sudah masuk, tinggal nunggu diumumkan. Mudah-mudahan pendaftaran sudah bisa dimulai secepatnya. Sehingga bisa dipercepat untuk pembangunan. Mengingat waktu pelaksanaan jembatan besar minimal (membutuhkan waktu) 6 bulan,” tuturnya.

Iman tidak menampik adanya keterlamabatan lelang pembangunan tahun ini. Dari hasil evaluasi, hal itu disebabkan beberapa hal seperti adanya kenaikan nilai tukar dari dolar ke rupiah, lalu rencana penerapan lelang dengan menggunakan e-katalog dan refocusing anggaran sesuai instruksi Mentri Keuangan dan Mentri Dalam Negeri.

“Semua berpengaruh. Adanya kenaikan nilai tukar dolar terhadap rupiah dari awal Februari – April 2020 ini maka kita harus ngecek ulang lagi harga-harga material, kemudian karena ada rencana e-katalog (lelang) belum bisa berjalan karena menunggu kepastian e-katalog dan terakhir adanya refocusing anggaran. Jadi kami menunggu fix anggaran yang bisa dikerjakan yang mana saja,” kata dia.

Iman menambahkan pembangunan tiga jembatan ini diperlukan untuk meningkatkan konektivitas antar wilayah sebagai upaya mewujudkan pembangunan infrastruktur yang terintegrasi, sesuai tema pembangunan di Kabupaten Bekasi.

(Haripan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here