ilustrasi

METRO CIKARANG -Program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) Kementrian Sosial (Kemensos) yang disaluran lewat e-Warong di wilayah Kecamatan Pebayuran, Kabupaten Bekasi mendapat protes dari Keluarga Penerima Manfaat (KPM).

Pasalnya beras dan komoditi yang di terima KPM tidak layak di konsumsi. Puluhan KPM protes, salah satunya KPM berinisal SN warga Desa Karangreja, Kecamatan Pebayuran.

” Aduh pak kalau di bilang program ini sangat bermanfaat buat saya sebagai orang yang tak mampu. Tapi terkadang kami juga bingung kalau mendapatkan barang yang busuk bahkan bau atau buah-buahnya masih pentil,” keluhnya saat di temui awak media, Jumat ( 16/10).

SN juga mengaku kebingungan harus kepada siapa. Bahkan SN pun pernah mendatangi Pak Aef Kosasih sebagai Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) Kecamatan Pebayuran, bahkan pemilik agen e-Warong juga istrinya.

Namun, ketika SN mengadu jawabannya pun tidak sesuai yang di harapkan. ” Ibu-ibu terimain aja atuh cuma barang boleh pengasih ngapain si pake segala komplen,” seperti itu jawaban pemilik e-Warong kata SN.

Di tempat terpisah, Kepala Desa Bantarjaya Abuy Jihad Ubaidillah saat di mintai tanggapan atas banyaknya keluhan warga soal program BPNT di wilayah Kecamatan Pebayuran mengatakan,

” Aduh bang sebenernya saya sih sudah malu sendiri ngebahas tentang program BPNT ataupun program sembako, kenapa saya bilang malu ? karena apapun upaya saya untuk menyampaikan aspirasi dari masyrakat  kepada dinas terkait ataupun kepada para pengawas di dalam program ini tidak pernah di tanggapi serius,” kata Abuy.

Bahkan, lurah muda ini pun dan beberapa teman-teman kepala desa lainnya melalui Camat Pebayuran meminta tindak lanjuti ke dinas terkait untuk di tanggapi dengan serius. Namun hingga kini tidak ada kabar lagi.

 ” kita buat surat informasi ataupun aduan ke dinas, bahkan pernah juga kita sampaikan kepada beberapa petinggi. ada yang mengatakan bahwa itu pihak dari satgas pangan yang betindak untuk melakukan pengawasan dalam program sembako. kalau nama saya lupa lupa inget kalau tidak salah pak jhonkepri ,” jelasnya.

Selain itu, Abuy mengaku pernah bertemu dengan satgas pangan di bidang program sembako. Dan menyampikan keluhan KPM di wilayahnya. Namun lagi-lagi hasil yang nihil, bahkan Abuy pun di tuduh sebagai provokator.

“Dengan rasa kaget saya bertanya kembali apa alasannya saya sampai di bilang provokator ? Jawab nya lagi, karena saya menyampaikan aduan dari masyarakat tentang kuranglayaknya komodoti yang di terima KPM dan kurang nya rasa tanggung jawab TKSK kecamatan dalam menjalankan pekerjaan nya,” tuturnya.

Abuy menambahkan , Program ini  merupakan program bisnis berjamaah yang tidak mungkin ada sangsi karena aturan atau  pedoman umum dalam program ini tidak berlaku.

“Kalau berlaku juga mustahil masyrakat setiap bulan terus bilng ,bear bear,sem asem,pentil ada ulet nya,gituh tuh bang,” tandasnya.

(mil/red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here