METRO JAKARTA – Berakhir sudah pelarian HN dan KN. Buron pengaturan pertandingan Liga 3 antara Perses Sumedang menghadapi Persikasi Bekasi di Stadion Ahmad Yani, pada November 2019 lalu, itu ditangkap Satgas Anti Mafia Bola.

Ketua Satuan Satgas Anti Mafia Bola, Brigjen Hendro Pandowo mengatakan, HN anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI yang menjabat Asosiasi Provinsi (Asprov) PSSI Jawa Barat. Sedangkan, KN menjabat Dewan Pengawas di Persikasi Bekasi.

“Jadi tunggakan perkara tuntas dengan tertangkap dua Daftar Pencarian Orang (DPO),” kata dia.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Yusri Yunus menambahkan, HN diringkus di Menteng Atas  Jakarta Selatan pada 18 Februari 2020 kemarin.

Menurut dia, HN diduga menerima uang untuk memenangkan laga Persikasi Bekasi dengan harapan bisa naik kasta dari Liga 3 ke Liga 2. “Memang pada kenyataannya saat itu pemenang ke Liga 2,” ujar dia

Keesokan harinya, Satgas Anti Mafia Bola meringkus KN di Karang Bahagia, Kabupaten Bekasi. KN yang menyokong dana sebesar Rp 25 juta kepada tersangka Bayu untuk diserahkan ke Komite Eksekutif (Exco) PSSI, berinisial HN.

“Pembagiannya ada yang Rp 8 juta kepada wasit utama, kemudian sisanya dibagi-bagi,” ucap dia.

Keduanya dijerat Pasal 2 atau 3 Undang-Undang Nomor 11 Tahun 1980 tentang tindak pidana suap juncto pasal 55 ayat 1 KUHP.

Dalam kasus ini Satgas Anti Mafia Bola Jilid 2 telah menangkap 6 tersangka terkait pertandingan Perses Sumedang dengan Persikasi Bekasi pada 25 November 2019. Belakangan salah satu tersangka berinisial H yang meninggal dunia, dan polisi pun mengeluarkan SP3. Sedangkan, tersangka lainya dan barang bukti telah diserahkan ke Pengadilan.

(red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here