Bupati Bekasi, Eka Supria Atmaja

METRO CIKARANG – Kasus 22 buruh pabrik Unilever di Kabupaten Bekasi yang terpapar virus korona menjadi perhatian serius pemerintah setempat. 

Tak tanggung-tanggung, Bupati Bekasi Eka Supria Atmaja langsung mengintruksikan tiga organisasi perangkat daerah (OPD) untuk saling berkoordinasi dengam gugus tugas yang dikomandoi Dinas Kesehatan. Ketiga dinas tersebut adalah Dinas Perindustrian, Dinas Perdagangan, dan Dinas Tenaga Kerja (Disnaker). 

“Kita kan daerah industri, ini yang harus betul-betul kita jaga. Jangan sampai ada perkembangan cluster-cluster covid baru di wilayah industri. Ini harus segera menjadi perhatian khusus dari kita,” tegas Eka dalam rapat evaluasi PSBB Proporsional Kabupaten Bekasi pada Kamis (2/7), di Ruang Rapat Bupati.

Menurut dia, Pemkab Bekasi memutuskan akan memperpanjang Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Proporsional hingga 16 Juli. Hal ini sesui instruksi Gubernur  Jawa Barat Ridwan Kamil kemarin (1/7), agar wilayah Bodebek dapat meneruskan PSBB Proporsional bersama dengan DKI Jakarta. 

Namun, pemerintah daerah diberikan kelonggaran-kelonggaran mengikuti kondisi daerah masing-masing, terutama untuk mendongkrak kondisi ekonomi masyarakat.

“PSBB proporsional lanjutan ini akan kita lakukan dengan adanya kelonggaran-kelonggaran sesuai dengan video conference dengan Pak Gubernur kemarin. Misalnya dalam keagamaan, terkait dengan ibadah. Pasar, kita berikan kelonggaran. Kapasitas tadinya 50% sekarang sudah boleh 75%. Namun tentu semua itu tetap harus menjalankan protokol Covid-nya,” terang dia.

Berdasarkan data terakhir dari pikokabsi.bekasikab.go.id pada Kamis 2 Juli 2020 pukul 08.00, jumlah ODP yang berada di Kabupaten Bekasi yakni 90 orang, dan jumlah PDP sebanyak 70 orang. Sedangkan jumlah orang yang terkonfirmasi positif sebanyak 277 orang, dengan rincian kasus aktif 35 orang, sembuh sebanyak 222 orang, dan meninggal dunia sebanyak 20 orang.

(Jiovano)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here