METRO CIKARANG – Kantor Kementrian Agama (Kemenag) Kabupaten Bekasi, Jawa Barat memastikan sebanyak 2.176 calon jamaah haji (Calhaj) asal kabupaten Bekasi batal diberangkatkan ke tanah suci tahun 2020.

Hal tersebut mengacu pada Keputusan Menteri Agama Republik Indonesai Nomor 494 Tahun 2020, tentang pembatalan haji pada penyelanggaraan Ibadah Haji Tahun 1441 H/2020 M.

Kasi Pelakasna Haji dan Umroh (PHU) Kantor Kemenag Kabupaten Bekasi, H. Sukardi menjelasan pembatalan tersebut imbas dari wabah virus korona. Meski begitu, Ia berharap uang pelunasan calhaj tidak diambil kembali.

“Saya berharap kepada calhaji tidak membatalkan, karena untuk keberangakatan di tahun 2021 yang diprioritaskan yang tahun ini 2020,” tegas Sukardi, Selasa (2/6).

Intinya, sambung dia, uang pelunasan sekitar Rp 9 jutaan tidak ditarik dahulu karena bisa repot. Tidak hanya petugas mendata ulang tapi juga calhaj.

“Kalau dibatalkan sekarang nanti pas pelunasan di tahun 2021 repot. Jadi kalau bisa jamaah jangan membatalkan,” ujar Sukardi.

Sukardi menambahkan pihaknya akan segara mengumumkan pembatalan haji tahun ini karena terdampak wabah korona.

(Jamil)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here