METRO CIKARANG – Pelanggaran tata ruang yang dilakukan pengelola Dwi Sari Water Park dengan membangun tiang pancang di tepi Sungai Cibeet, Kecamatan Cikarang Timur, Kabupaten Bekasi, berbuntut panjang.

Tak tanggung-tanggung, dua menteri kabinet Joko Widodo dan Ma’ruf Amin langsung turun ke lokasi, Kamis (26/6).

Menurut Menteri Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Basuki Hadimuljono, pihaknya sepekay tiang pancang di tepi Sungai Cibeet dicbut.

Karena itu, ia pun bakal membangun pengarah air di bantaran kali Cibeet agar memudahkan aliran air, sekaligus melindungi tanah warga dari ancaman hilang akibat terkikis aliran air kali.

“Setelah dicabut, saya sebagai yang bertanggungjawab untuk pengelolaan sungai kita akan coba melindungi ini, kita akan bikin pengarah-pengarah arus di tikungan luar,” ucap dia.

Basuki melanjutkan pembangunan tiang pancang berada di wilayah garis sempadan Sungai Cibeet. Garis sempadan Sungai Cibeet ditentukan paling sedikit 100 meter dari tepi palung sungai berdasarkan Permen PUPR Nomor 28 Tahun 2015. Kawasan sempadan sungai perlu dipertahankan sehingga terhindar dari erosi dan kerusakan kualitas air sungai.

“Sempadan sungai itu orang tidak boleh membangun kalau menanam sayur-sayuran boleh karena kalau hujan bisa terbawa arus. Tapi bukan tanam tanaman tahunan. Nanti kita hitung sempadan sungainya di pedesaan dan diperkotaan itu beda. Itu adalah tanah negara yang tidak boleh ditanamin,” tagas Basuki.

Sementara itu, Pemilik proyek Dwi Sari Water Park, Manonga Pasaribu mengatakan setiap tahun luas tanahnya selalu mengaku akibat sering terjadi longsor, serta tergerus air. Karena itu, ia pun membangun tiang pancang di bantaran sungai Cibeet untuk melindungi tanahnya yang sudah bersertifikat.

“Ya nanti kita akan bongkar selama dua bulan ke depan. Inilah risiko pengusaha kadang untung kadang rugi, yang penting tujuannya harus jelas itu sudah risiko di luar kemampuan saya,” kata dia.

Pasaribu menjelaskan pihaknya berencana membangun proyek Dwi Sari Water Park di atas lahannya di sekitar bantaran sungai Cibeet. Menurut dia, rencana ini semula atas masukan dari warga sekitar supaya menghadirkan sarana hiburan dan membuka lapangan pekerjaan bagi mereka. Namun di tengah perjalanan proyek ini mendapat sorotan publik lantaran membangun tiang pancang hingga ke badan sungai.

“Saran dari warga mereka memohon kepada saya bagaimana mereka bisa bekerja, itu si awalnya tapi nggak ada perizinannya itu sampai sekarang belum keluar tanpa alasan yang jelas. Tadi yang sudah dikatakan akan difasilitasi mau diberikan izin apa terserah pemerintah saja, saya dari awal juga nggak mau melanggar,” tutup dia.

(RED)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here