METRO CIKARANG – Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Bekasi terus melakukan pelayanan maksimal selain memadamkan kebakaran, Damkar juga melakukan edukasi pertolongan dini dan menekan angka kebakaran.

Kepala Dinas Damkar Kabupaten Bekasi, Hasan Basri mengatakan pihaknya terus melakukan penyuluhan dan pemeriksaan terhadap alat proteksi kebakaran yang di gedung.

“Selain melakukan pemadam kebakaran dijalan, kami juga harus mencapai tehadap sosialisasi pembinaan atau penyuluhan kepada masyarakat,” kata Hasan.

Ia sendiri menuturkan Damkar melaksanakan sosialisasi kesekolah, kepermukiman, perumahan  dan juga kekawasan industri sudah di laksanakan pihaknya.

“Memang objeknya banyak bicara proteksi alat kebakaran bahkan di rumah-rumah kita juga harus punya Alat Pemadam Kebakaran (Apar) itu pentingnya alat, minimal alat tabung kalo ada kejadian kita udh standby. Nah itu pun yang kita sampaikan edukasi atau sosialisasi penanganan kebakaran tersebut kepada masyarakat dan sekolah. Bahkan kita sampaikan pemerintahan kecamatan, kelurahan,” tuturnya.

Menurut dia, terkait dengan kebakaran harus diketahui oleh masyarakat ia mencontohkan seperti halnya ketika salah satu rumah awalnya dia masang kabel listrik itu bisa mencukupi sebatas kaya lampu dan tv + kipas angin. Kemudian berjalan waktu dia pasang ac pertama 1 ac nya terus di pasang lagi 2 ac tapi kabel itu tudak kuat dan terjadilah meleleh kasus konsleting listrik.

“Kebakaran banyak jadi seperti ini, jadi kekuatan antara kabel dengan pemakaian gak kuat dia. Seperti gini awalanya di perumahan type nya 60 yaitukan ada 2 kamar, terus kamar mandi kabel tersebut kuatnya hanya lampu dan + kipas angin+tv misal nya sekian lama dia punya anak-anak nya udh besar di lengkapi ac tapi kabel nya itu gak di ganti jadilah konsleting. Oleh karena itu saya sudah menyampaikan ke masyarakat pencegahan dini kebakaran,” terangnya.

Oleh karena itu masyarakat dilakukan edukasi dan sosialisasi dini agar terciptanya angka penurunan kebakaran.

Ia juga menyampaikan, pihaknya juga membentuk tim kesatuan relawan pemadam kebakaran setiap desa. 

“Memang belum semua masudnya memberikan penyuluhan kepada masyarakat perihal kabelnya yang kurang mempuni harus di ganti, terus juga misalnya ada kebun kosong ada daun kering musim panas itu harus diantisipasi,” paparnya.

Menurut dia dengan sosialisasi dari semua lini akan terciptanya masyarakat yang tanggap penanganan dini.

“Selain itu juga kami melakukan penyemprotan selama masa covid-19 ini. Semoga harapan saya pelayanan kami berikan maksimal ini bermanfaat buat warga Kabupaten Bekasi,” tandasnya.

(har/mil)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here