METRO CIKARANG – Terjadinya bencana diawal tahun ini membuat masyarakat Kabupaten Bekasi juga cemas. Apalagi, Kabupaten Bekasi juga menjadi langganan banjir di saat memasuki musim penghujan.

Saat ini saja, wilayah ujung Kabupaten Bekasi yaitu Muaragembong mengalami banjir rob. Dengan kondisi tersebut, Pemkab Bekasi diminta tetap siaga untuk menyiapkan segala fasilitas agar bisa mengevakuasi korban banjir.

“Ya kita melihat terjadi dibeberapa daerah bencana, dan musim hujan masih juga terjadi di sini, saya cuma mengingatkan dinas terkait tetap siaga,” kata Bendahara Umum Walantara, Syarifuddin.

Dia mengatakan, di antara fasilitas yang harus disiapkan terutama adalah perahu karet. Selain itu juga tentunya logistic sebagai dasar kebutuhan masyarakat untuk bertahan disaat menghadapi bencara.

“Ya itu yang harus disiapkan, jangan sampai ada kejadian baru disiapkan, repot nantinya,” kata dia.

Sebelumnya, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bekasi menyiagakan 28 perahu karet untuk antisipasi terjadinya banjir.

Sebanyak 28 perahu karet itu dipastikan siap untuk keperluan evakuasi dan keadaan darurat lainnya.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BPBD Kabupaten Bekasi, Hasan Basri mengatakan, tersedianya perahu karet dan peralatan pendukung lainnya, maka upaya penyelamatan korban bencana dapat dilakukan secara maksimal.

Ia menyebutkan, perahu karet sangat dibutuhkan petugas BPBD ketika turun membantu masyarakat di suatu desa atau kawasan permukiman penduduk yang mengalami bencana banjir.

“Perahu karet digunakan petugas untuk mengevakuasi korban banjir ke lokasi penampungan sementara dan mendistribusikan bantuan kepada masyarakat,” katanya.

(zie/red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here