Ida Farida, Kepala DPMD Kabupaten Bekasi

METRO CIKARANG – Menjelang Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) 2020, semua persiapan terus dilakukan. Satu di antaranya, sosialisasi petunjuk teknis (Juknis) kepada para ketua panitia Pilkades 16 desa, Polres, Kodim, Ketua Forum BPD dan Koordinator Camat

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Bekasi Ida Farida menuturkan, tahapan demi tahapan Pilkades sudah dilalui. Mulai dari deklarasi hingga pihak pengamanan pun sudah memetakan daerah-daerah yang rawan.

“Saya berharap netralitas panitia di tingkat desa, pengawasan di tingkat kecamatan dan kabupaten, tentunya muspika dalam hal ini sangat berperan. Kemudian yang harus diantisipasi juknis ini sudah final hanya perlu ada koreksi terkait penghitungan suara,” kata Ida kepada Cikarang Ekspres, Selasa (24/11/2020).

Selain itu, Ia juga meminta semua pihak agar mematuhi protokol kesehatan agar tidak ada klaster baru lantaran Pilkades digelar di masa pandemi covid-19. Bahkan, Presiden RI Joko Widodo menyatakan akan ditindak tegas ketika proskes dilanggar.

“Kita sudah sepakat pemilihan kepala desa ini dibagi per-TPS (Tempat Pemungutan Suara,red). Maka dari itu tambahan anggarannya pun cukup besar sekitar Rp 4 miliar untuk 16 desa, dengan menambah TPS-TPS memecah kerumunan massa.” kata Ida.

“Jalas filosofi itu adalah bagaimana kesehatan, keamanan warga masyarakat terjaga, itu saja. Jadi tidak berpikir yang lain,” sambungnya.

Ida menjelaskan, selama pamdemi virus korona pilkades sudah melakukan penundaan dua kali. Dalam hal ini, seharusnya dalam keadaan normal pilkades ini bisa dilakukan di satu lapangan, di hitung disitu.

“Tapi sekarang Pilkades ini dihitung di masing-masing TPS, di setiap TPS ini disediakan kotak suaranya banyak, jangan satu. Karena semua mulai dari kedatangan, pencoblosan, penghitungan dan pengiriman ke kabupaten harus selasai pada hati itu juga. Jadi hitungannya 1X24 jam dan ini kerja keras kita semua karena Pak bupati  tidak menginginkan ada penghitungan final di kantor desa dan meminta selasai dalam satu hari, ” urai Ida.

Ida berharap, pilkades ini betul-betul aman dan menjadi barometernya untuk kabupaten dan kota yang lain. “Kita paling duluan dalam pilkades serentak, wilayah yang lain ada yang mundur di tanggal 19 dan seterusnya,” terangnya.

Ida lebih jauh mengungkapkan bahwa pilkades yang akan dihelat 13 Desember 2020 sudah mendapatkan rekomendasi secara tertulis dari Kementrian Dalam Negeri (Kemendagri).

”Kalau kemarin kita hanya lewat zoom meeting, kebetulan saya kominikasi langsung dengan Pak Dirjen. Sekarang sudah ada rekomendasi tertulisnya. Bekasi bisa melaksanakan di tanggal 13 Desember 2020,” jelas dia.

Untuk tim kesehatan lebih dimantapkan lagi terkait prokesnya mengingat nanti akan ada TPS bilik yang khusus. “Ketika dia (pemilah,red) suhunya melebihi dari batas ketentuan prokes, si pencoblos harus cepat-cepat masuk ke bilik untuk mencoblos dan segera pulang untuk isolasi mandiri,” ujar Ida.

Ada waktu 14 hari menjelang pilkades para calkades ini bakal di test sweb terlebih dahulu. Karena nanti hasilnya bisa ketahuan dan untuk panitia semuanya di rapid tes. “ Mudah-mudah tidak ada klaster baru lagi,” pungkasnya.

(Jamil)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here