ILUSTRASI

MTERO CIKARANG – Dari data BPJS Ketenagakerjaan Kabupaten Bekasi, sampai saat ini terdata sebanyak 174 ribu karyawan yang mendapatkan program bantuan subsidi upah dari pemerintah pusat. Jika dipersentasekan, karyawan yang terdaftar baru mencapai 60 persen untuk menerima bantuan tersebut.

BPJS Ketenagkerjaan masih menuggu data tersebut dikirim sampai 31 Agustus tahun ini.

“Yang ada saat ini kami diminta oleh pemerintah untuk mengumpulkan rekening peserta aktif bpjamsostek untuk program bantuan subsidi upah,” jelas Kabid Pemasaran BPU BPJSTK Kabupaten Bekasi, Akhmad Hidayat.

Akhmad menyebutkan secara nasional, data yang masuk mencapai 13,6 juta karyawan yang berhak mendapatkan bantuan subsidi upah tersebut. Sesuai aturan, karyawan yang mendapatkan upah di bawah Rp 5 juta dan terdaftar menjadi peserta aktif BPJS Ketenagakerjaan berhak mendapatkan bantuan subsidi upah dari pemerintah pusat.

“Itupun tercatat kepesertaanya sampai Juni 2020,” jelasnya.

Sebelumnya,aktivis Jamkeswatch, Fachrurozi mengungkapkan, tak semua buruh di Kabupaten Bekasi beruntung mendapatkan bantuan dari pemerintah pusat itu. Banyak dari mereka yang tidak menerima bantuan.

“Terutama outsoruching, gaji mereka di bawah Rp 5 juta tetapi tidak mendapatkan bantuan tersebut sebab perusahaanya nakal tidak mau mendaftarkan ke BPJS Ketenagakerjaan,” jelas aktivis yang disapa oji itu.

Tak hanya itu, mereka yang statusnya karyawan juga ada yang belum mendapatkan bantuan tersebut. Itu disebabkan karena manajemen perusahaan tempat mereka bekerja tidak mendaptarkan karyawannya untuk mendapatkan dana bantuan tersebut di BPJS Ketenagakerjaan.

“Jadi, bagi mereka yang tergabung diserikat pekerja, mereka mendapatkan bantuan tersebut karena kami dari serikat mendorong agar pekerja mendapatkan bantuan tersebut,” jelasnya.

Oji juga menyinggung masih banyak karyawan yang belum mendapatkan bantuan covid itu. “Kami tidak pegang data, tetapi coba cek ke BPJS Ketenagakerjaan, masih banyak perusahaan yang belum daftarkan karyawannya,” katanya.

Dia berharap, bagi peruasahaan yang dengan sengaja tak mendaftarkan karyawannya bisa ditindak tegas. Bagaimanapun, karyawan wajib mendapatkan bantuan dari permintah karena terdampak langsung dengan kondisi pandemic covid saat ini. (uzi/red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here