Camat Cikarang Selatan, Agus Dahlan

METRO CIKARANG –Imbas wabah Covid-19 yang hinggga kini belum ada tanda-tanda melandai, Pemerintah Kabupaten Bekasi,  Jawa Barat melakukan penutupan sementara Tempat Hiburan Malam (THM) dengan fasilitas diskotik di wilayah Kecamatan Cikarang Selatan, pada Rabu (13/01) malam.

Kegiatan penutupan sementara dipimpin langsung Bupati Bekasi, Eka Supria Atmaja didampingi oleh Kapolres Metro Bekasi, Kombes Pol Hendra Gunawan, Dandim 0509/Kabupaten Bekasi Letkol Kav Topan Tri Anggoro , Kaposek Cikarang Selatan,  Koramil Lemah Abang, Satpol PP Kabupaten Bekasi,  Camat Cikarang Selatan dan Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Bekasi.

Camata Cikarang Selatan, Agus Dahlan mengungkapkan, pihaknya telah menutup tiga tempat hiburan malam dan tempat wisata  waterboom yang berada di wilayah Kecamatan Cikarang Selatan, yakni di Neo Eden Karaoke, King International Bussinis Club yang berada di ruko thamrin dan meutup fasilitas Hotel Garand Surya Ruko Cikarang Square.

“Sore tadi ada dua tempat THM ditutup  yang ditutup sementara yaitu Neo Eden Karaoke, King International Bussines Club. Kemudian dilanjutkan Diskotik Hotel Grand Surya Ruko Cikarang suquare Tempat  tersebut  disinyalir  ada kegiatan diskotik dan mengundang kerumunan massa,” ucap Agus kepada Cikarang Ekspres, Rabu (13/1).

Agus mengatakan,  penutupan tempat hiburan malam dan Water Boom itu hanya sementara dalam batas waktu yang belum bisa di tentukan.

“Mudah-mudahan dengan kegiatan ini menjadi cerminan kepada yang lainnya,  supayah tidak melakukan kegiatannya yang menimbulkan kerumunan massa, bagaimanpun juga Pademi covid-19 ini, nyata adannya dan akhir-akhir ini semakin meningkat, mudah- mudah pandemi ini segera berlalu ,” tegas Agus Dahlan.

Ia mengimbau  masyarakat kabupaten bekasi, Khususnya Cikarang selatan, sesuai dengan Intruksi Bupati Bekasi, bahwasanya pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) dalam upaya pengendalian penyebaran Covid-19 Kabupaten Bekasi.

Pertama, mengatur pemberlakuan pembatasan kapasitas restoran/rumah makan menjadi hanya 25% saja, dengan layanan makanan melalui pesan-antar atau dibawa pulang sesuai dengan jam operasional.

Kata dia, kepada masyarakat yang melakukan kegiatan sosial seperti Penikahan, Acara hajatan yang berpotensi menibulkan kerumunan massa agar jagan dilaksanalan dulu. karena kita lagi berupaya melakukan pencegahan dan penurunan pademi covid-19 khusunya di cikarang selatan.

Kemudian, Kegiatan di tempat ibadah tetap dapat dilaksanakan, dengan pembatasan kapasitas 50% dengan penerapan protokol kesehatan secara lebih ketat. “Pengaturan pemberlakuan tersebut mulai berlaku 11-25 Januari 2021,” pungkasnya.

(mil)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here