METRO KARAWANG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karawang menjadi salah satu daerah di Jawa Barat yang terkena sanksi penundaan pencairan 35% Dana Alokasi Umum (DAU) untuk refocusing anggaran covid-19.

Bersama Pemprov Jabar dan 18 kabupaten/kota lain di Jabar, Karawang dijatuhi sanksi lantaran laporan penyesuaian APBD tahun anggaran 2020 tidak lengkap dan tidak benar serta tidak disesuaikan dengan kemampuan. Ditambah, daerah yang dipimpin Cellica Nurachadiana ini tidak memperhitungkan kondisi perkembangan penyebaran virus korona baru (Covid-19) di daerah.

Informasi yang dihimpun Karawang Bekasi Ekspres, angka 35 persen itu jumlah angka riilnya sebanyak Rp 34,7 miliar. Di mana tahun ini Pemkab Karawang mendapat jatah DAU dari pemerintah pusat sebanyak Rp 1,2 triliun.

Sanksi penundaan pencairan itu akan dicabut jika Pemkab Karawang telah merampungkan laporan penyesuaian APBD tahun anggaran 2020 yang telah direfocusing untuk penanggulangan pandemi covid-19 di Karawang.

“Saat ini laporan kita masih dalam evaluasi pemerintah pusat,” kata Sekretaris Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Karawang, Budi Susetyo.

Sanksi penudaan pencairan DAU untuk Pemkab Karawang, Pemdaprov Jawa Barat dan 19 kabupaten/kota lain di Jabar ini tertuang dalam surat keputusan Kementerian Keuangan RI No.10/KM.7/2020 tentang Penundaan Penyaluran Dana Alokasi Umum dan atau Dana Bagi Hasil terhadap Pemerintah Daerah.

Berikut daftar daerah di Jawa Barat yang kena sanksi penundaan pencairan DAU oleh pemerintah pusat:

1. Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat

2. Pemkab Karawang

3. Kabupaten Bekasi

4. Kabupaten Bogor

5. Kabupaten Ciamis

6. Kabupaten Cianjur

6. Kabupaten Cirebon

7. Kabupaten Garut

8. Kabupaten Indramayu

9. Kabupaten Karawang

10. Kabupaten Majalengka

11. Kabupaten Kuningan

12. Kabupaten Purwakarta

13. Kabupaten Sukabumi

14. Kabupaten Sumedang

15. Kabupaten Tasikmalaya

16. Kota Bogor

17. Kota Cirebon

18. Kota Sukabumi

19. Kota Tasikmalaya

20. Kota Cimahi

(Mahesa)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here