Akui Baru Sebatas Wacana, Camat Agung Tunggu Kepastian DLH Bekasi
 
CIKARANG PUSAT – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bekasi, diminta kaji ulang pemindahan tempat pembuangan akhir (TPA) sampah dari TPA Burangkeng, Setu ke Kecamatan Bojongmangu. 

Hal itu menyusul adanya penolakan warga Bojongmangu yang tidak ingin daerahnya bau sampah. 

Menanggapi itu, Camat Bojongmangu Agung Suganda secara lugas menegaskan bahwa warganya menolak keras terkait wacana pemindahan TPA ke Bojongmangu.
 
“Jadi begini bang, warga kami menolak dengan rencana tersebut (Pemindahan TPA, red). Dan itu hak warga,” kata dia. 
 
Menurut Agung, pemindahan TPA ke Bojongmangu baru sebuah wacana dan pastinya proses tersebut berjalan lama. Terlebih, saat ini Pemkab Bekasi tengah bekerja keras mengatasi penganan covid-19.
 
“Pemindahan TPA ke Bojongmangu itu kan baru wacana saja, belum ada informasi yang jelas, tentunya butuh proses bang,” tuturnya. 
 
Hingga saat ini, pihak Kecamatan Bojongmangu masih menunggu info tindak lanjut Pemindahan TPA sejauh mana.
 
Diberitakan sebelumnya, Anggota Komisi 3 DPRD Kabupaten Bekasi, Helmi menuturkan Pemkab Bekasi harus benar – benar mateng dalam melakukan kajian pemindahan TPA tersebut dan harus dibahas juga di DPRD Kabupaten Bekasi.
 
“Kami akan memanggil Dinas Lingkungan Hidup dan Bappeda agar dibahas di komisi seperti apa dampak efek positif dan negatifnya. Lalu juga siapa yang mengelolanya,” kata Helmi. 
 
Dikatakan dia, perlu banyak sekali yang dibahas oleh dewan perihal teknis pemindahan TPA Burangkeng ke Bojongmangu, oleh karena itu kajian yang dilakukan oleh beberapa pihak Dinas harus dibahas di Komisi 3 DPRD Kabupaten Bekasi.
 
“Kajian dulu liat seperti apa, banyak hal yang mesti dikaji di komisi,” tandasnya. 
 
Diberitakan sebelumnya, desas-desus adanya rencana pemindahan Perluasan TPA Burangkeng ke Bojongmangu mulai nyata dalam pembahasan pemerintah. Hal itu dikatakan, Kepala UPTD Pengelolaan Sampah Akhir Kabupaten Bekasi, Maulana saat diwawancarai Cikarang Ekspres pada Senin (15/6).
 
“Iya ada rencana pemindahan TPA, sekarang dalam tahap pembahasan perluasan TPA Burangkeng ke Bojongmangu,” kata Maulana. 
 
Dikatakan dia, daerah Kecamatan Bojongmangu dipilih karena secara geografis menurut kajian pihak terkait Bojongmangu layak karena kultur tanahnya mendukung.
 
“Untuk kapan kepastiannya itu dipindahkan kewenangan Bapeda. Saya waktu itu pernah ikut rapat pembahasan bahwa struktur TPA mereka tahu dan secara geografis Bojongmangu lah yang memenuhi,” ujarnya. 
 
Menurut Maulana, lokasi penampungan sampah di TPA Burangkeng saat ini hanya mampu menampung sampah hingga dua tahun kedepan. Alasannya, luas lokasi hanya 10,6 hektar. Untuk itu, dia berharap Pemkab Bekasi segera memikirkan solusinya.
 
“Dengan luas lokasi penampungan sampah Burangkeng seluas 10,6 hektar, perkiraan hanya bisa nampung dua tahun kedepan dan harus dipikirkan solusi selanjutnya,” katanya. 
 
Maulana juga mengakui bahwa TPA Burangkeng saat ini sudah overload atau oper kapasitas. Hal itu, kata dia, sudah terjadi sejak tahun 2014. Dia juga sependapat jika dilakukan perluasan ke Bojongmangu untuk mengantisipasi over kapasitas.
 
“Sejak saya disini, TPA Burangkeng sudah overload sejak tahun 2014. Dan saya sudah hampir lima tahun bertugas sebagai Kepala UPTD TPA Burangkeng. Bisa juga dicanangkan teknologi pengelolaan sampah. Pada saat saya study banding ke Tangerang, disana ada mesin pengolahan sampah  yang didatangkan dari luar negeri,” tandasnya.

(har/uzi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here