METRO JAKARTA – Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) serta Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) tengah menggelar Seleksi Kompetensi Bidang (SKB) CPNS 2019. Protokol kesehatan pun ketat diterapkan dalam pelaksanaannya guna mencegah penyebaran Covid-19.

Hal tersebut diakui salah satu peserta yang melamar sebagai Pranata Komputer di Kementerian PANRB, Ira Fuji Lestari.

“Bagus ya, karena dari kita masuk sudah dicek suhunya, diberikan hand sanitizer, dan sudah diwajibkan pakai masker dan face shield. Kalau tidak pakai, kita tidak boleh masuk (ruang ujian),” ujarnya saat diwawancarai usai melaksanakan SKB di Kantor Badan Kepegawaian Negara (BKN), Rabu (02/09).

Menurutnya, panitia yang bekerja sudah memberikan yang terbaik dalam menerapkan protokol kesehatan di SKB kali ini. Tidak hanya memastikan peserta menggunakan atribut kesehatan yang diwajibkan, penerapan jaga jarak juga tetap ketat dilakukan dalam setiap prosesnya.

Apresiasi untuk panitia juga disampaikan oleh peserta CPNS 2019 yang melamar di jabatan Analis Hukum Kementerian PANRB, Bill Arthur Sirang. Diakuinya, walau terdapat keterlambatan saat registrasi, namun ujian tetap dapat berjalan lancar dan baik berkat kerja keras panitia.

Terkait korelasi soal SKB dengan jabatan, Bill mengatakan terdapat beberapa soal yang tidak diduganya masuk kedalam ujian. “Memang banyak soal tentang hukum, tapi beberapa juga ada yang melenceng, seperti soal tentang konservasi. Walau masih dalam lingkup hukum, tapi soal ini diluar dugaan saya,” terang sarjana hukum Universitas Indonesia tersebut.

Namun begitu, Bill berharap penerapan protokol kesehatan tetap diterapkan sepanjang proses perekrutan CPNS 2019 di masa pandemi ini.

Peserta lain juga menyampaikan apresiasinya. Kali ini apresiasi diungkapkan oleh Alia Nur Fatimah, peserta SKB yang juga seorang penyintas cerebral palsy. Menurutnya, protokol pencegah Covid-19 dijalankan sangat ketat.

Alia mengaku, sempat khawatir mengikuti SKB mengingat pandemi Covid-19. Namun menurutnya, panitia telah menerangkan protokol kesehatan yang perlu dilakukan oleh peserta. “Protokolnya dijalankan sampai akhir,” ungkap Alia.

Meski apresiasi ia ungkapkan kepada penyelenggara dan panitia, Alia juga memberi sedikit masukan agar penyelenggaraan seleksi CPNS lebih baik lagi.

Alia memberi masukan agar waktu penyelenggaraan bisa dipersingkat, agar tidak selesai terlalu larut. “Mungkin bisa dijadikan dua sesi, agar tidak sampai malam,” ujar Alia yang mendaftar pada jabatan Analis Advokasi Hukum.

Untuk diketahui, SKB hari ini terdiri dari ujian substansi jabatan dan psikotes dengan sistem Computer Assisted Test (CAT). Ujian sesi ini diikuti oleh 65 peserta formasi Kementerian PANRB dan 98 peserta formasi KASN. SKB CPNS 2019 di lingkungan Kementerian PANRB dan KASN akan berlangsung selama bulan September 2020.

(Hayat)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here