METRO CIKARANG – Teka-teki pemberian ijin sampah Kabupaten Bogor masuk Tempat Pembuangan Akhir Sampah (TPAS) Burangkeng masih menjadi pertanyaan. Pasalnya instansti terkait memastikan tidak mengeluarkan rekomendasi ijin. 

Pelaksana Tugas (PLt)  Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH)  Kabupaten Bekasi, Peno Suyatno memastikan sampah luar Bekasi tidak bisa masuk ke TPAS Burangkeng tanpa rekomendasi dirinya.

“Artinya sampah luar daerah tidak bisa masuk tanpa ada rekomendasi kami,” tegas Peno.

Padahal, rekaman video mobil sampah plat F yang diduga dari Cileungsi tersebar luas di kalangan masyarakat. Mobil terekam jelas tengah leluasa masuk membuang muatan sampah ke TPAS Burangkeng.

Sekretaris Camat Setu, Dede Maulidin mengaku, sudah mengetahui dan melihat video truk sampah berpelat F yang membuang muatannya ke TPAS Burangkeng. 

Rekaman itu, menurut informasi, direkam salah seorang warga Desa Burangkeng pada 23 Juni 2020 siang. Truk itu diduga berasal dari wilayah Cileungsi, Kabupaten Bogor

Namun ia menjelaskan secara normatif hal itu merupakan wewenang UPTD TPAS dan UPTD kebersihan wilayah setempat yang berada di bawah Dinas Kebersihan dan Lingkungan Hidup. 


“Kalau dari luar Bekasi ora boleh. (Soal hal itu) kita akan monitor karena aspek kewilayahan bersama rekan-rekan trantib, kebetulan Burangkeng wilayah kita,” demikian Dede. 

Sementara, Kepala Desa Burangkeng, Nemin mengakui tidak tahu menahu soal adanya sampah luar Bekasi masuk TPAS Burangkeng.  “Saya bilang tidak ada, takut  tidak ada. Saya bilang ada, takut ada. Yang lebih tahu adalah UPTD, Pak Maulana,” jelas Nemin.

Masuknya sampah luar Bekasi ditengah kondisi TPAS yang sudah melebihi kapasitas membuat geram masyarakat Kecamatan Setu,  pasalnya jika ada tidak kerjasama sampah luar daerah tidak diperkenankan masuk. 

(dim/uzi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here