Server Error Jadi Kendala Tahunan, Sudah 578.223 Data Calon Sisea Terunggah

CIKARANG BARAT – Pelaksanaan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2020 tingkat SMA di Kabupaten Bekasi, masih terkendala server error. 
Pada hari kedua laman PPDB online sudah bisa diakses, namun proses pendaftaranya masih lama. Bahkan, panitia PPDB di sekolah masih ada yang belum bisa melakukan verifikasi pendaftar, karena fitur menu tidak ditemukan di laman PPDB tersebut.

Berdasarkan pantauan Cikarang Ekspres, permasalahan server yang lelet dan error masih mendominasi permasalahan yang dirasakan para orangtua siswa ketika mendaftarkan anaknya pada PPDB secara dalam jaringan (daring). Terutama saat para siswa mengupload Kartu Kependukan (KK). 

Alhasil, para peserta didik baru pun ramai-ramai mendatangi sekolah yang menjadi salah satu pilihan untuk masuk SMA sedeajat ditengah Covid-19. 
Penumpukan siswa baru pun tidak bisa dihindarkan diberbagai sekolah yaitu SMAN 4 Tambun Selatan, SMK 1 Cikarang Barat, SMA 1 Cikarang Utara dan SMK 3 Cikarang Utara. 

“Sistem PPDB online mengalami gangguan serentak dari sejak pukul 7.30 WIB. Namun pengaruhnya, hanya pada saat uploder Kartu Keluarga (KK),” kata Ketua Komite SMK 1 Cikarang Barat, Sujai, kemarin.

Ia menjelaskan bahwa erornya web itu dikarenakan ada penyesuaian nomor NIK di server. Begitu pula di pusat, mungkin ada pengecekan secara online. Belum lagi, bentuknya adalah gambar yang di upload. Tentu, kalau bermasalah akan berimbas pada keterlambatan membuka data lain. Bahkan, bila satu siswa mengalami kendala itu, bisa memakan waktu satu hingga dua jam lamanya.

“Beberapa siswa yang memiliki masalah pada saat uploada online data pada 8 Juni 2020. Solusi sementara yakni untuk mencoba akses sistem setelah dilakukan restar Komputer,” katanya. 

Menurut dia, dari keterlambatan upload itu, membuat sejumlah Wali murid panik dan memilih menunggu di sekolah sampai proses selesai. 
“Untungnya, kita sudah mempersiapkan dan protokoler kesehatan sudah disiapkan. Mungkin kalau tidak mempersiapkan, tidak akan tau seperti apa. Mungkin, kalau di beberapa sekolah ada pembuludakan,” tandasnya.

 Dilokasi yang sama, Ketua Pelaksana PPDB online, SMK 1 Cikarang Barat, Warjat menyatakan, proses pelaksanaan PPDB online tahun 2020 memang berbeda dengan sebelumnya.

 Antisipasi pada pembuludakan, dan proses pelayanan online pada siswa didik dilakukan secara langsung di sekolah. 

Warjat Menjelaskan, sebelum masuk ke sekolah, di gerbang ada pemberitahun dan arahan piluihan jurusan. Setelah itu, pendaftar akan dipanggil untuk mengantri di bagian konsultasi.“Setelah itu, barulah dipanggil untuk masuk ke tempat pendaftaran online,” katanya.

 Karena prosesnya langsung di bimbing pihak operator, dari enam computer yang disiapkan. Proses PPDB online bisa berjalan lancar, meskipun untuk yang mengalami kendala uploder data dan KK error, siswa akan dipisahkan untuk kemudian didata. Selanjutnya, melakukan proses PPDB online saat kondisi sudah tidak ada antrian diruangan.

 Efek error sendiri, bagi para pendaftar memang menyulitkan. Dimana, pendaftar tidak bisa mengisi kolom biodata hingga gagal mengunduh formulir dalam website PPDB online tersebut.

“Secara keseluruhan, berjalan lancar. Kita berupaya untukl tidak ada kepadatan dan kerumunan warga. Jadi kita terapkan protokoler kesehatan. Bila ada yang terkendala error, maka akan dipisahkan sementara. Kami sarankan untuk menunggu sampai perbaikan selesai. Sejauh ini, semua bisa berjalan baik,” pungkasnya.

  “Setelah itu, barulah dipanggil untuk masuk ke tempat pendaftaran online,” katanya. 

Karena prosesnya langsung di bimbing pihak operator, dari enam computer yang disiapkan. Proses PPDB online bisa berjalan lancar, meskipun untuk yang mengalami kendala uploder data dan KK error, siswa akan dipisahkan untuk kemudian didata. Selanjutnya, melakukan proses PPDB online saat kondisi sudah tidak ada antrian diruangan. 

Efek error sendiri, bagi para pendaftar memang menyulitkan. Dimana, pendaftar tidak bisa mengisi kolom biodata hingga gagal mengunduh formulir dalam website PPDB online tersebut.

“Secara keseluruhan, berjalan lancar. Kita berupaya untukl tidak ada kepadatan dan kerumunan warga. Jadi kita terapkan protokoler kesehatan. Bila ada yang terkendala error, maka akan dipisahkan sementara. Kami sarankan untuk menunggu sampai perbaikan selesai. Sejauh ini, semua bisa berjalan baik,” pungkasnya. 

Sementara itu, Komisi IV DPRD Kabupaten Bekasi mengingatkan Dinas Pendidikan agar menyiapkan berbagai hal menyambut PPDB online tahun ajaran 2020/2021. Seperti jaringan internet.

“Saat ini masih offline ya. Tapi sudah bagus PPDB sudah dibuka. Tapi jangan lupa juga, banyak yang harus dipersiapkan. Apalagi kemarin kan sempat diliburkan sekolah,” kata Anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Bekasi, Fatmahh Hanum.

Ia melanjutkan, secara umum pelaksanaan PPDB secara offline sudah berjalan dengan baik hingga saat ini. Seperti soal penerimaan untuk siswa jalur prestasi.

“Sampai saat ini kami lihat berjalan dengan baik. Sudah bagus. Tetap terapkan protokol kesehatan. Tapi nanti kita lihat untuk PPDB online-nya seperti apa,” katanya.

Selain PPDB, jata Fatma, ada beberapa hal yang harus diperhatikan Dinas Pendidikan. Seperti kesiapan dari bangunan dan seluruh perangkat sekolah, serta menjalin komunikasi dengan orang tua murid.
Terpisah, Ketua Panitia Penerimaan Peserta Didik/Siswa Baru (PPDB) SMA, SMK dan SLB Negeri tahun 2020 Provinsi Jawa Barat, Yesa Sarwedi mengatakan, saat ini sebanyak 578.223 data calon siswa baru telah terunggah di server PPDB.
Jumlah tersebut merupakan 85 persen dari jumlah lulusan sekolah menengah pertama SMP tahun ini.
Sedangkan untuk kuota siswa baru SMA, SMK dan SLB negeri tahun ajaran 2020-2021, menurut Yesa akan menampung sekitar 282.000, lulusannya sendiri (SMP) ada sekitar 746.000.

“Sistem PPDB berbasis daring/online di Jabar telah siap. Insya Allah sistem PPDB Jabar bisa berjalan optimal untuk mengolah dan memproses data calon siswa baru yang masuk,” jelasnya, saat jumpa media di Gedung UPT Tikomdik Disdik Jabar, Selasa (9/6).
Lebih lanjut ia mengatakan bagi masyarakat yang memiliki keterbatasan mengakses internet atau sarana pendukung lainnya, bisa menghubungi sekolah asal atau sekolah yang dituju ataupun Cabang Dinas Pendidikan Wilayah (Cadisdikwil).
“Bisa melalui kanal atau nomor kontak yang telah ditetapkan,”paparnya.
Dirinya menekankan kepada seluruh calon siswa baru yang tidak lolos seleksi tahap pertama agar tidak khawatir atau cemas. Karena calon siswa baru bisa mengikuti seleksi tahap dua, yaitu jalur zonasi yang dibuka pada tanggal 25 Juni hingga 1 Juli 2020.
Yesa juga mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk bersama-sama mengawal PPDB tahun 2020 ini, agar pelaksanaannya selaras dengan prinsip PPDB yakni objektif, transparan, non diskriminatif dan berkeadilan kepada masyarakat. (bbs/har/hyt)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here