SETU – Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Ciledug berencana mengangkat Situ Celedug atau yang terkadang disebut Situ Burangkeng, sebagai destinasi wiisata lokal di Kabupaten Bekasi. 

Ketua BPD Ciledug, Eras Rasyied menjelaskan, semestinya hal itu dibahas tahun ini bersama pemerintah desa. Akan tetapi, sedikit terpengaruh pandemi covid-19 melanda sejak Maret 2020. 

“Rencana tahun ini memang melakukan musyawarah desa, lalu bersurat ke dinas terkait untuk pengelolaan,” ucap dia.

Kendala saat ini, Situ Ciledug merupakan kewenangan Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane (BBWSC) Dirjen Sumber Daya Air Kementerian PUPR. 

Jadi, harus ada kesepakatan pemanfaatan lahan agar dapat dikelola sebagai destinasi pariwisata.

“Tentu dalam pengembangan harus dikelola secara profesional. Kita akan gunakan konsultan untuk membuat master plan,” kata dia. 

Apabila dikelola secara profesional, Eras yakin situ seluas 62.415 meter persegi itu akan menyemarakkan daftar wisata lokal yang baik di Kabupaten Bekasi.

“Gambaran kita, pinggiran situ akan dijadikan tempat kuliner. Warga Ciledug dapat berdagang di sana. Harus berbeda-berbeda kulinernya (di tiap gerai),” ucap pria yang aktif dalam dakwah ini.

Kemudian nanti akan dibuat titik-titik selfie dengan ornamen-ornamen khas dan menarik. 

Saat ini Situ Ciledug butuh normalisasi karena mengalami pendangkalan. 

“Kalau musim kemarau itu airnya kering. Itu juga harus dipikirkan,” ucapnya mengakhiri.

(dim/uzi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here