Kabid Penanganan Fakir Miskin Dinas Sosial, Rusdi Azis

CIKARANG PUSAT – 38 ribu warga Kabupaten Bekasi yang terdampak wabah virua korona akan mendapatkan bantuan sosial tunai (BST) sebesar Rp 600 ribu untuk 3 bulan, April, Mei dan Juni dari Kementrian Sosial (Kemensos).

Kepala Bidang Penanganan Fakir Miskin Dinas Sosial Kabupaten Bekasi Rusdi Azis mengatakan, Data keluarga penerima manfaat (KPM) tersebut gabungan dari data terbaru kesejahteraan sosial (DTKS) yang sudah ada dari Kemensos dan usulan dari non DTKS.

” Keseluruhan kita Mengimport data usulan ke SIKS-NG sebanyak 38.708 KPM se Kabupaten Bekasi. Untuk DTKS 1.902 KPM dan usulan Non DTKS 36.806 KPM.,” Katanya kepada awak media, Kamis (28/5).

Rusdi menuturkan, untuk porses pembagiannya melalui kantor pos. Baik bantuan sosial tunai maupun bantuan dari gubernur. Sampai dengan kemarin, Rabu (27/5) informasi dari kantor pos BST yang sudah tersaluran sebanyak 45%.

” Adapun keterlambatan penyalurannya di sebabkan kekurangan personel dari pihak pos sendiri, jadi keteteran. Keduanya data yang di berikan kementrian ke pihak pos tidak sekalian. Jadi mereka (kantor pos,red) bingung harus memilah juga, dan menjadwal juga,” paparnya.

Selain itu, kata Rusdi, untuk kriteria penerima BST yang di utamakan orang miskin. Tetapi ada kemungkinan warga yang tidak kayapun bisa di usulkan karena terkena wabah covid-19.

” Untuk usulan sesuai identitas KTP meliputi NIK, nama, jenis kelamin. Kalau tidk sesuai dengan identitas tersebut maka usulan gagal validasi.,” ungkapnya.

Intinya warga juga tidak boleh menerima bantuan dobel. Seperti program keluarga harapan (PKH) dan bantuan pangan non tunai (BPNT). ” Jangan sampai terjadi bantuan dobel, artinya 1 KPM 1 banntuan dan itu arahan dari KPK,” tandasnya. (mil)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here