TAMBUN SELATAN – Pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) di Kabupaten Bekasi masih menunggu restu Bupati.  Alhasil Calon Kepala Desa (Calkades) diambang ketidak pastian.

Ketua Forum Badan Permusyawaratan Desa (F-BPD), Karno mengakui ada keresahan Calkades akibat belum adanya kejelasan pelaksanan. 

“Saya juga sangat memahami, buat rekan calon kepala desa dan BPD.  Kerjaan, kegelisahan dan cost akan bertambah.  Itu sangat kami pahami,” kata Karno dikonfirmasi. 

Ia menjelaskan saat ini tahapan Pilkades masih menunggu pernyataan Bupati Bekasi.  F-BPD sendiri masih mengakomodir keinginan para anggota. 

“Ada sebagian yang ingin percepatan pelaksanaan. Ada sebagian yang melihat lebih komprehensif, dalam artian covid-19 masih seperti ini. Karena semua paham di Pilkades ini sulit menghindari penumpukan orang dan penerapan protokol kesehatan.  Di F-BPD sendiri masih ada dua pendapat,” kata dia. 

Dalam waktu dekat, kata dia, F-BPD bakal mengumpulkan BPD yang desanya melaksanakan pilkades untuk dibahas. “Di BPD sendiri masih ada dua pendapat.  Kita (F-BPD) mengakomodir keinginan teman-teman BPD. Saya sudah berkomunikasi dengan sekjen F-BPD, untuk mengumpulkan teman-teman BPD yang melaksanakan pilkades,” ujarnya. 

Usai pertemuan dengan pihak desa yang melaksanakan pilkades, kata dia F-BPD, akan menentukan keinginan kapan Pilkades akan dilaksanakan. “Walaupun ngumpul belum tentu satu suara semua.  Nanti kita ambil yang terbanyak, itu suara forum,” imbuhnya. (dim/uzi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here