TAMBUN SELATAN – Calon Kepala Desa (Calkades) di Kabupaten Bekasi mulai gelisah lantaran belum adanya kepastian penyelanggaran Pemilihan Kepala Desa (Pilkades)  Tahun 2020. Asosiasi Pemerintah Desa Indonesia (Apdesi) Kabupaten Bekasi berharap Bupati segera melaksanakan Pilkades. 

Keluhan Calkades sudah disampaikan dalam rapat bersama Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD)  beberapa waktu lalu. Belum adanya pernyataan Bupati Bekasi menjadi alasan calon mulai resah. 

“Memang sudah disampaikan pada rapat waktu lalu.  Karena Calkades sudah mengeluarkan cost yang banyak, sementara pelaksanaan belum ada kepastian.  Kami Apdesi berharap Pilkades segera dilaksanakan,” kata Sekretaris Apdesi Kabupaten Bekasi,  Jaut Sarja Winata. 

Sebanyak 16 desa yang akan melaksanakan pilkades. Jaut mengatakan Pemerintah Kabupaten Bekasi bisa menyelenggarakan pilkades untuk desa yang kategori zona hijau atau tidak ada kasus Covid-19.

“Misalnya desa itu zona hijau, tidak ada kasus Covid-19 ya bisa segera dilaksanakan. Namun kalau desa itu zona kuning bisa ditunda sampai tidak ada kasus Covid-19.  Bergelobang ya ga masalah, asal ada kajiannya,” tuturnya.

Dalam pelaksanaan pilkades, penyelanggara harus dapat menerapkan protokol kesehatan.  Semua harus pake wajib masker dan tersedia fasilitas cuci tangan, “Kami mohon kebijakan Bupati untuk segera dilaksanakan pilkades. Karena saat ini tinggal menunggu keputusan Bupati,” tuturnya. (dim/uzi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here