Mohamad Fauzi

*Direktur KARAWANG BEKASI EKSPRES

MENCERMATI perkembangan terkini Covid-19, kita semuanya sebagai warga bangsa harus menjadi satu kesatuan tak terpisahkan. Katakan kepada si Corona, karenamu kami bersatu!.

Menyikapi pandemik ini saatnya semua elemen untuk berembuk, berbagi pikiran, saran, masukan juga tindakan. Dalam lima menit kedepan, penulis mencoba untuk berbagi pokok pikiran sederhana sebagai ambil bagian peran kecil kita semua dalam situasi saat ini (Covid-19) mari sejenak kita menengok di dekat sekitar kita.

Berapa banyak keluarga dan saudara di sekitar kita yang tidak mendapatkan penghasilan, kehilangan pekerjaannya akibat dampak Covid-19?

Mulai dari Ketua komplek perumahan, kepala dusun, rukun tetangga, rukun warga tolong data di lingkungan kita, berapa warga yang kini tidak memiliki penghasilan atau pendapatan akibat terdampak wabah ini.

Setelah terdata berapa sih standar minimum kebutuhan saudara kita tersebut yang tidak ada penghasilan agar tetap bisa menyambung hidup dan keluarganya.

Dari di antara warga dalam satu komplek, satu rukun tetangga, rukun warga, dusun, atau desa, terdata berapa banyak warga yang keberadannya atau penghasilannya cukup? Berapa prosentasenya di lingkungan tersebut dengan yang tidak punya penghasilan atau kehilangan pekerjaan?

Setelah terdata itu, secara gotong royong apa yang bisa saling membantu untuk yang tidak punya penghasilan, yang kehilangan pekerjaan saat ini? Bentuk bantuannya apa ; bahan mentah sembako atau maknan sudah jadi makanan (siap saji) atau bentuk dapur umum yang hasilnya didistribusikan langsung tanpa ada kerumunan massa.

Kita menyadari walaupun dengan ada program bantuan tunai langsung dari pemerintah, saat ini dampak Covid-19 tidak bisa mengcover semunya. Maksimalkan bantuan tunai pemerintah itu untuk yang betul-betul membutuhkannya.
Wahai kepala kelurahan kepala desa dan camat beserta perangkatnya harus segera berkordinasi aktif, komunikatif (ke bawah dan ke atas), dan cepat sebelum semuanya terlambat.

Untuk kepala daerah khususnya bupati atau walikota segera menentukan skala prioritas untuk pencegahan situasi krusial. Dan kebutuhan apa saja yg mendesak dan strategis dari data terkumpul. Sebab di Ibukota Jakarta saja kewalahan mengatasi wabah ini, apalagi kita di daerah.

Dalam penangannya, jika pun daerah kita, daerah anda, misalnya terjadi pembatasan wilayah, tetaplah mengedepankan etika dan rasa kemanusiaan. Jangan sedikitpun menggores perasaan rakyat terdampak. Sebab situasi ini jika terjadi ketersinggungan akan fatal pada tidak efektifnya fokus kita cegah Covid-19.

Semua aparat terkait jangan lelah menjaga soliditas sebagai tim gugus tugas daerah yang tangguh demi kemanusiaan dengan penuh nasionalisme dan patriotik serta ikhlas. In sha Allah usaha ini mulia dan jadi ladang amal terbaik bagi bangsa dan negara juga agama. Rangkul ulama, ustadz, tokoh masyarakat, tokoh perempuan, aktifis sosial, tokoh adat, tokoh pemuda dll,  bahu membahu jadikan daerah kita terkendali dan seminim mungkin yang terkena wabah ini.

Mari sama-sama kita mendekatkan diri dan jangan berhenti berdoa kepada Allah SWT, Tuhan Yang Mahaesa agar bisa melalui ini semua dengan selamat. Setelah kesulitan ini, yakinlah kemudahan sudah menanti.

Ayuuk kita patuhi, taat kepada Ulil Amri (pemerintah) dengan semua aturan protokoler pencegahan Covid-19. Bantu juga ringankan pekerjaan tim gugus tugas Covid-19, para medis dan para garda depan atas pandemik ini yang berjibaku siang malam. Jangan sekali-kali main-main dengan wabah ini, sebab nyawa tidak bisa kembali! Sayangi diri dan keluarga kita. Mencegah itu lebih baik. Yakinlah kita semua bisa melalui semua ini.

Jika tulisan ini bermanfaat, menjadi inspasri untuk perbuatan baik, bantu teruskan agar pesan ini sampai kepada pemegang kebijakan. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here