Tiga Bulan Buron, Adi Harus Merasakan Terjangan Timah Panas Petugas Polsek Tenun

0
1327

LAMPUNG TENGAH – Meresahkanya aksi jambret di wilayah hukum Kabupaten Lampung Tengah khususnya di lingkup Kecamatan Terusan Nunyai, membuat jajaran reskrim Polsek Terusan Nunyai geram (Tenun).

Tiga bulan lamanya menjadi Dpo atas dugaan penjabretaan, Adi Saputra (18) warga Kampung Gunung Batin Baru, Kecamatan Terusan Nunyai, Lampung Tengah harus merasakan terjangan timah panas dari  jajaran unit reskrim  tenun.

Pemuda yang diduga telah menjambret Widayati sekitar tiga bulan lalu itu ditangkap polisi di rumahnya, Senin 16 September 2019, dini hari.

Kapolsek Terusan Nunyai Iptu Edi Suhendra mewakili Kapolres Lampung Tengah AKBP I Made Rasma mengatakan, Unit Reskrim Polsek Tenun berhasil menangkap pelaku berikut barang bukti aksi kejahatannya berupa satu unit HP oppo A37 warna putih gold milik korban di kediamanya.

Sebelumnya perlu diketahui, polisi telah menangkap Usman, rekan Adi saat beraksi menjambret Widayati tiga bulan lalu.

Iptu Edi Suhendra menjelaskan, berdasarkan laporan korban Widayati (26), warga Dusun IV Desa Terbanggi Marga Sukadana Lampung Timur, penjambretan terjadi pada Selasa (11/6/2019) lalu, sekitar pukul 15.00 WIB, ketika menggunakan  motor bersama suaminya melintas di Jalintim Gunung Batin Udik Kecamatan Terusan Nunyai.

Sesampainya di jembatan Gunung Batin udik, tiba – tiba motor korban dipepet dari sebelah kanan oleh dua pengendara sepeda motor vixion berboncengan. Selanjutnya pelaku yang dibonceng menarik paksa tas korban sehingga korban terjatuh dan pelaku berhasil mengambil barang korban.

Setelah itu korban melapor ke Polsek terusan Nunyai dengan Nomor : LP/ 191-B/ IV/2019/LPG/RES LT/SEK TENUN Tanggal 13 Juni  2019. 

Menurut Kapolsek, pelaku yang telah tertangkap duluan,Usman, sudah menjalani hukuman di LP Gunung Sugih.

Atas perbuatanya, pelaku akan dijerat dengan Undang – Undang KUHPidaana pasala 365 dengan ancaman hukuman maksimal 12 tahun penjara, tegasnya.

“Tersangka Adi Saputra dijerat pasal 365 KUHPidana dengan ancaman hukuman 12 tahun penjara,” tegas Kapolsek. (tom)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here