METRO CIKARANG – Layanan fasilitas kesehatan (faskes) menjadi prioritas Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi. Sebab daerah kawasan industri terbesar se-Asia Tenggara ini masih kekurangan Puskesmas. Dengan jumlah penduduk 3,7 juta jiwa seharusnya memiliki 123 layanan. Akan tetapi sekarang ini baru memiliki 44 pusat layanan

Karena itu, Bupati Eka Supria Atmaja itu terus berkomitmen pembangunan bidang kesehatan dengan mendirikan 13 Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) pada tahun ini.

Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Bekasi, Iman Nugraha menuturkan pembangunan puskesmas ini bagian prioritas dan komitmen Pemkab Bekasi bidang kesehatan.

Menurut dia, dari 13 faskes yang dibangun, yaitu empat bangunan baru Puskesmas utama, Puskesmas pendamping serta penambahan fasilitas seperti pembangunan ruang rawat inap di Puskesmas Tambun Selatan.

Kemudian, terdapat pula sembilan rehab total Puskesmas dan beberapa Puskesmas pembantu di tingkat desa, seperti Puskesmas Pembantu Muktiwari, Kecamatan Cibitung dan Puskesmas Pembantu Huripjaya, Kecamatan Babelan.

”Ini merupakan program pembangunan lanjutan dari tahun-tahun sebelumnya. Karena sesuai dengan komitmen Pak Bupati, bahwa kesehatan juga masuk prioritas,” tutur Iman, kemarin.

Pada 2019, sambung dia, Pemkab Bekasi pun telah membangun 14 faskes. Pembangunan itu, diantaranya 11 Puskesmas baru dan fasilitas pendukungnya serta rehab total terhadap tiga Puskesmas, yakni Cabangbungin, Sriamur dan Gedung 1 Babelan.

Dengan begitu, pembangunan di bidang kesehatan pun menunjukkan hasil positif. Seperti yang terjadi di Puskesmas Sriamur, Kecamatan Tambun Utara.

Puskemas ini didirikan tiga lantai, dengan luas mencapai 1.200 meter persegi. Puskesmas Sriamur dibangun menggunakan anggaran sekitar Rp 4,6 miliar yang bersumber dari APBD 2019.

”Tentunya Ini menjadi contoh positif, karena walaupun pelaksanaan pembangunan cukup singkat, kurang lebih 2,5 bulan. Tapi bisa menghasilkan bangunan dengan kriteria baik,” terang Iman.

Dibangun secara menyeluruh, Puskesmas ini memiliki fasilitas lengkap, yakni ruang poli umum, poli anak, poli gigi dan poli mata. Selain itu, terdapat juga ruang pelayanan untuk melahirkan dan rawat inap serta apotek.

”Dengan adanya fasilitas yang lengkap ini di Puskesmas ini, tentu akan memudahkan masyarakat, sehingga tidak perlu jauh untuk berobat, cukup ke Puskesmas saja, karena sudah lengkap. Ini merupakan komitmen Pak Bupati yang fokus pada pembangunan,” urai Iman.

Sementara itu, Bupati Bekasi, Eka Supria Atmaja mengatakan ada beberapa fokus pembangunan untuk kepentingan masyarakat. 

“Ya selain pembangunan rumah layak huni, kemudian sarana pendidikan juga terus dibangun, termasuk layanan faskes. Ini merupakan bentuk dari semangat kami dalam membangun Bekasi Baru Bekasi Bersih (Bebenah),” terang dia.

Eka juga punya komitmen dalam pembangunan. Sektor pembangunan yang menjadi prioritas, yakni pendidikan, kesehatan dan fasilitas umum.

“Tujuannya hanya untuk memberi pelayanan kepada masyarakat secara maksimal. Serta untuk mencapai kesejahteraan masyarakat, memberi kemudahan dalam berbagai hal, termasuk di bidang kesehatan, karena memang sudah menjadi sebah kewajiban,” imbuh dia.

(adv)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here