METRO JAKARTA – Penganugerahan Innovative Government Award (IGA) 2020 akhirnya usai digelar pada Jumat (18/12/2020) di Hotel Sultan Jakarta.

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian berharap ajang IGA dapat memacu daerah-daerah yang kurang inovatif agar termotivasi dalam membangun daerahnya, terutama yang berkaitan dengan pelayanan publik, tata kelola pemerintahan, ataupun penyelenggaraan urusan pemerintah daerah.

“Jadi saya sampaikan inovasi ini jangan hanya diberikan kepada mereka yang mendapatkan, tapi juga buat indeks dari yang rankingnya tertinggi antar provinsi, antar kota, antar kabupaten, sampai yang terendah, dan umumkan ke publik. Sehingga yang kurang inovatif ini atau tidak ada datanya, tidak ada inovasi dia juga memiliki rasa malu karena publik daerahnya akan menilai siapa dia dan itu akan membuat dia terbangun, termotivasi,” ungkap dia.

Tito melanjutkan, daerah-daerah yang sulit berinovasi memiliki berbagai macam persoalan, terutama menyangkut kemampuan memanfaatkan dan mengembangkan peluang yang ada. 

“Untuk itu, diperlukan leadership yang kuat untuk mengelola segenap sumber daya yang ada, agar bersama-sama mengembangkan terobosan,” imbuh dia.

Pada tahun ini, ajang IGA 2020 diikuti dengan tingkat partisipasi sebesar 89,3% atau 484 daerah. Pemerintah Provinsi yang mengikuti kegiatan ini sebanyak 34 daerah atau 100%, kemudian pemerintah daerah kabupaten sebanyak 360 daerah atau 86,7%, dan pemerintah kota sebanyak 90 daerah atau 96.7%, dengan jumlah inovasi yang terlaporkan sebanyak 14.897 inovasi atau meningkat sebesar 85 persen dari tahun sebelumnya Tahun 2019 yakni sebesar 8.014 inovasi.

Untuk Kategori Pemda Sangat Inovatif, Jawa Barat diwakilkan Kabupaten Garut, Kota Depok dan Kota Cirebon.

Lalu, ada Kabupaten Pati, Bantul, Tabanan, Sukoharjo, Serang, Lebak, Ponorogo, Lampung Tengah, Lampung Timur, Lampung Utara, Blora, Indragiri Hilir, Banyuasin, Balangan, Ogan Ilir, Sambas, Solok, Kubu Raya, Purworejo, Mojokerto, Sanggau, Tanjung Jabung Timur, Madiun, Sijunjung, Boyolali, Merangin, Rembang, Tanjung Jabung Barat, Sragen, Jembrana, Belitung, Kebumen, Kuantan Singingi dan Tulungagung. Disusul, Kota Mataram, Madiun, Batam, Solok, Banjarmasin, Prabumulih, Pare-Pare, Banda Aceh, Bitung, Pangkal Pinang, Semarang, Bima, Sawahlunto, Singkawang, Balikpapan, Mojokerto, Bandar Lampung dan Metro, 

Pemda kategori sangat inovatif di Jawa Barat adalah Kabupaten Cirebon, Cianjur, Ciamis, Sumedang, Indramayu, Pangandaran.

Disusul Kabupaten Sidoarjo, Pacitan, Poso, Sekadau, Gunung Kidul, Pekalongan, Sleman, Gresik, Jombang, Magelang, Deli Serdang, Aceh Tengah, Trenggalek, Grobogan, Karo, Kotawaringin Barat, Agam, Pamekasan, Pringsewu, Wonosobo, Batang, Maluku Tengah, Rokan Hulu, Seluma, Aceh Jaya, Samosir, Pesawaran, Sampang,  Probolinggo, Pasaman Barat, Bombana, Ogan Komering Ulu Timur, Pangkajene dan Kepulauan, Tangerang, Bangka Tengah, Bangka Selatan, Bengkulu Utara, Banyumas, Bojonegoro, Parigi Moutong, Klaten, Semarang, Pandeglang, Paser, Jeneponto, Pelalawan, Demak, Empat Lawang dan Humbang Hasundutan.

Untuk Pemda kategori yang Sangat Inovatif adalah Sumatera Barat, Jawa Barat, Jawa Timur, Jambi, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Tengah, Bengkulu, Kalimantan Utara, Kepulauan Riau, Riau, Aceh, Sulawesi Selatan, Sumatera Utara, Kepulauan Bangka Belitung, Sulawesi Utara dan Kalimantan Selatan.

Sedangkan untuk Kategori Kabupaten/Kota Sangat Inovatif diserahkan kepada Kabupaten Bandung, Majalengka, Kota Cimahi, Bandung.

Bangka, Tanggamus, Padang Pariaman, Klungkung, Cilacap, Tulang Bawang, Ngawi, Pesisir Selatan, Kendal, Pasaman, Banggai, Kulon Progo, Kudus, Tegal, Magetan, Labuhanbatu, Bandung, Blitar, Badung, Tuban, Muara Enim, Bireuen, Buleleng, Bengkalis, Magelang, Padang, Surakarta, Malang, Jambi, Bengkulu, Padang Panjang, Lubuklinggau, Pariaman, Kediri.

Untuk Kategori Pemda Terinovatif di tingkat provinsi diberikan kepada Provinsi Jawa Tengah, Provinsi Sumatera Selatan, Provinsi Lampung, Provinsi DKI Jakarta, Provinsi Banten.

Kategori Kabupaten/Kota Terinovatif diberikan kepada Kabupaten Bogor, Kota Sukabumi, Bekasi dan Bogor.

DisusulSitubondo, Wonogiri, Banyuwangi, Temanggung, Lampung Barat, Musi Rawas, Hulu Sungai Selatan, Malang, Sumenep, Yogyakarta, Bontang, Tangerang, Palembang, Pekanbaru, Makassar, Denpasar.

Sementara Kategori Daerah Tertinggal dan Daerah Perbatasan Terinovatif diberikan kepada Kabupaten Nabire, Rote Ndao, Pesisir Barat, Bintan, Pulau Morotai, Natuna. 

Lantas daerah mana saja di Jawa Barat yang minim dan sulit berinovasi versi Kemensagri ? 

Untuk kabupaten ada Bandung Barat, Bekasi, Karawang, Kuningan, Purwakarta, Subang, Sukabumi, Tasikmalaya. Sedangkan kota ada Banjar dan Tasikmalaya.

(Yudi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here