Ihsanudin MSi

METRO KARAWANG – Pandemi membuat ekonomi rakyat susah. Keberadaan pinjaman mikro ternyata masih digunakan sebagai kedok untuk praktik rentenir. Salah satu yang kembali heboh adalah maraknya praktik bank emok di Kabupaten Karawang.

Bank emok sendiri berasa dari bahasa Sunda yang artinya duduk lesehan. Praktik ini memberikan pinjaman kepada ibu-ibu rumah tangga pada umumnya dengan bunga yang mencekik.

Fenomena ini kembali dipaparkan oleh salah satu anggota Komisi XI saat melakukan rapat kerja dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Sebab ternyata BPR yang sudah berizin OJK juga melakukan praktik yang sama.

Bank emok belakangan ini heboh di Karawang . Pinjaman mikro ini dianggap sebagai cara baru rentenir beroperasi.

Praktik bank emok sendiri memberikan persyaratan yang sangat mudah, mengingat target utamanya adalah ibu rumah tangga. Syaratnya hanya KTP, KK dan tanda tangan suami yang sering dipalsukan.

Dalam praktiknya bank emok juga sedikit memaksa dalam menyalurkan kredit. Salah satu skemanya dengan memberikan kredit per kelompok usaha.

etiap kelompok harus punya 10 anggota. Semuanya harus punya usaha. Tapi ternyata hanya ada 5 orang yang memiliki usaha dan 5 orang lainnya dipaksa.

Alhasil sisa emak-emak yang tidak memiliki usaha meminjam utang itu hanya untuk kebutuhan konsumtif. Sementara pembayarannya harus tanggung renteng.

Praktik ini sudah sangat menyebar di berbagai wilayah dengan julukan nama yang berbeda-beda. Seperti bank jongkok bahkan bank kelek karena catatannya yang diselipkan di ketiak.

Anggota DPRD Jawa Barat dari Fraksi Gerindra Ihsanudin M,Si  mengajak masyarakat kini tak perlu lagi meminjam uang ke bank emok. Bank milik pemerintah daerah sudah memiliki kredit yang bisa diakses masyarakat.

“Masih adanya masyarakat yang terjerat pinjaman bank emok, perlu disosialisasikan penangkal dari bank emok melalui program kredit dari bank atau koperasi milik pemerintah daerah, yang dapat memberikan kredit mudah dan ringan bagi pengusaha kecil,” ungkapnya kepada KBE, baru-baru ini.

Dijelaskan Ihsanudin, di Bjb ada kredit Mesra yang mestinya disosialisikan kepada masyarakat. Dan produk bank itu bisa menjadi solusi memberantas praktek bank emok.

“Makanya  kita bantu sosialisasikan agar masyarakat tahu dan terbebas dari jerat bank emok,” ujarnya.

Apa itu Kredit Mesra Bjb?

Kredit Masyarakat Ekonomi Sejahtera (Mesra) adalah kredit tanpa agunan dan menjadi skema pembiayaan yang sangat relevan dan amat dibutuhkan UMKM khususnya menghadapi situasi penuh tantangan.

Kredit Mesra yang merupakan program kemitraan dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat telah disalurkan kepada masyarakat di berbagai daerah di Jabar lewat bank bjb.

Sebenarnya kredit Mesra merupakan produk pembiayaan yang didesain khusus bagi masyarakat Jabar yang berada di sekitar rumah ibadah. Tujuan dari Kredit Mesra bank bjb adalah mendorong masyarakat menjadi lebih religius dan sejahtera sehingga menciptakan masyarakat Jawa Barat Juara Lahir dan Batin. Setoran cicilan Kredit Mesra juga berlaku tanpa agunan alias bunga.

Pengajuan Kredit Mesra ini dapat dilakukan kepada pengurus rumah ibadah terdekat. Warga Jabar dapat mengajukan Kredit Mesra dengan membentuk kelompok beranggotakan minimal 5 orang dan maksimal 10 orang serta direkomendasikan oleh pengurus rumah ibadahnya masing-masing. Pinjaman ini ditujukan bagi pelaku UMKM dengan jangka waktu maksimal 12 bulan.

Setiap anggota kelompok dapat mengajukan pinjaman berkisar antara Rp 500 ribu hingga Rp5 juta/orang. Persyaratan pengajuan Kredit Mesra dari bank bjb ini juga terbilang mudah. Masyarakat yang berminat mengajukan pinjaman hanya menyiapkan persyaratan berupa KTP, KK dan surat nikah bagi yang telah menikah.

Sebelum pinjaman diberikan, pelaku usaha yang telah memenuhi persyaratan akan terlebih dahulu diberikan seleksi pelatihan keuangan mikro guna meningkatkan kualitas pelaku UMKM di Jabar. (red)

Pengajuan Kredit Mesra ini dapat dilakukan kepada pengurus rumah ibadah terdekat. Warga Jabar dapat mengajukan Kredit Mesra dengan membentuk kelompok beranggotakan minimal 5 orang dan maksimal 10 orang serta direkomendasikan oleh pengurus rumah ibadahnya masing-masing.

Pinjaman ini ditujukan bagi pelaku UMKM dengan jangka waktu maksimal 12 bulan. Setiap anggota kelompok dapat mengajukan pinjaman berkisar antara Rp 500 ribu hingga Rp5 juta/orang.

Persyaratan pengajuan Kredit Mesra dari bank bjb ini juga terbilang mudah. Masyarakat yang berminat mengajukan pinjaman hanya menyiapkan persyaratan berupa KTP, KK dan surat nikah bagi yang telah menikah.

Sebelum pinjaman diberikan, pelaku usaha yang telah memenuhi persyaratan akan terlebih dahulu diberikan seleksi pelatihan keuangan mikro guna meningkatkan kualitas pelaku UMKM di Jabar.

(Suhlan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here