METRO CIMAHI – Anggota Komisi III DPRD Provinsi Jawa Barat, Abdul Jabar Majid, secara lugas menyatakan masyarakat dan para pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) masih berkutat dengan masalah klasik. Yakni, tidak mampu memenuhi syarat perbankan atau bankable.

“Ini kan masalah yang mendasar dan harus disiasati dengan baik. Bjb dapat bekerjasama dengan BPR, karena selama ini BPR yang bersentuhan dengan masyarakat kecil yang non bankabel. Sehingga sosialisai pengenalannya akan lebih mudah agar masyarakat menjadi bankabel dan terhindar dari “bank emok”. Apalagi saat ini bjb tidak bisa memberikan pembiayaan kepada masyarakat kecil yang tidak punya jaminan, “ ungkap Abdul Jabar.

Secara harfiah Bankable dapat diartikan sebagai Nasabah yang memenuhi persyaratan Bank. Dimana yang dituju untuk memenuhi persyaratan Bank tersebut adalah individu-individu baik yang sebagai nasabah debitur, maupun nasabah tabungan atau deposito, atau masyarakat luas yang memerlukan layanan Perbankan.

Abdul Jabar berharap kedepannya pemerintah mempunyai langkah-langkah konkrit dan harus berani mengambil keputusan untuk lebih berpihak kepada pelaku UMKM untuk menjadikannya bankable tanpa harus hitung-hitungan risiko kredit bermasalah KUR.

“Kita harus bisa melakukan langkah langkah konkrit sehinga orang-orang yang tidak bankable itu bisa menaikan nya menjadi orang-orang yang bankable dan tentunya berpihak kepada UMKM” tukas dia.

(Dimas)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here