METRO CIKARANG – Penataan kawasan wisata di Muara Gembong, Kabupaten Bekasi kembali jalan ditempat. Penyebabnnya, infeksi virus korona kian meluas.

Padahal, proyek garapan Dinas Pariwisata (Dispar) Kabupaten Bekasi, yang menyedot anggaran Rp 32 miliar itu tinggal bangun.

Menilik kondisi itu, Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Bekasi, Sunandar turun langsung ke Pantai Bungin di Desa Pantai Bakti, Kecamatan Muaragembong, Selasa (16/6).

“DED (Detail Engineering Design) terkait penataan kawasan wisata ini kan sudah jadi dan sudah dianggarkan untuk pembangunannya sebesar kurang lebih Rp32 miliar,” kata Sunandar.

Artinya, sambung dia, kondisi Pantai Bungin sejauh ini sudah siap, tinggal dimulai pelaksanaan pembangunannya. “Kalau tidak ada COVID-19, mungkin saat ini sudah dibangun,” tuturnya.

Sunandar berharap dengan adanya penataan ini, dapat menarik wisatawan baik lokal maupun mancanegara untuk datang sehingga kelak berdampak bagi kesejahteraan masyarakat.

“Mudah mudahan dengan adanya penataan ini akan berdampak bagi masyarakat sehingga perekonomian juga bisa bergulir dan multiplayer efeknya bisa dirasakan oleh seluruh warga masyarakat umumnya di Kabupaten Bekasi khususnya di Muaragembong,” tukas legislator asal Golkar ini.

Sementara itu Camat Muaragembong, Lukman Hakim mengatakan Muaragembong memiliki posisi penting dalam kepariwisataan di Kabupaten Bekasi karena memiliki potensi destinasi wisata yang begitu besar.

“DED penataan kawasan wisata sudah final, tinggal serah terima dari provinsi,” kata dia.

Selain Pantai Bungin, Muaragembong juga memiliki Pantai Beting yang mempunyai keindahan sangat asri dan menawan dengan tempat jajanan makanan yang menyediakan hidangan khas laut.

“Kami optimis penataan ini dapat berjalan sukses mengingat banyaknya dukungan dari berbagai pihak, terutama dukungan anggaran baik dari pemerintah pusat, provinsi maupun kabupaten untuk membangun akses infrastruktur di Muaragembong,” tandasnya.

(Haripan)

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here