METRO JAKARTA– Persiapan Indonesia sebagai tuan rumah Piala Dunia (PD) U-20 tahun depan agak tersendat. Sebab, saat ini pemerintah masih fokus untuk menanggulangi dampak pandemi corona.

Selain itu, FIFA yang rencananya akan melakukan inspeksi akhir Maret hingga awal April menunda kedatangannya ke Indonesia. Timnas Indonesia U-20 juga harus menunda latihannya.

Nah, dalam jumpa persnya secara virtual dengan media Selasa (7/4), Kemenpora RI Zainudin Amali angkat bicara. Dia mengakui adanya pandemi korona mengganggu persiapan PD U-20. Tapi hal tersebut bukan alasan untuk tidak menjadikan Indonesia sebagai tuan rumah yang baik.

’’Kami saat ini sedang komunikasi terus dengan PSSI mengenai hal itu,’’ ujarnya.

Kemenpora pun optimistis tahun depan Piala Dunia U-20 akan berjalan lancar. Penundaan delegasi FIFA untuk inspeksi stadion dan menentukan enam venue yang akan digunakan untuk PD U-20, sudah dikomunikasikan ke Kementrian PUPR. Sebab, masalah renovasi dan perbaikan stadion seluruhnya akan diambil alih oleh kementrian yang dipimpin oleh Basuki Hadimuljono tersebut.

Ada keuntungan FIFA menunda kedatanganya di Indonesia. Dengan begitu, renovasi stadion yang juga terhenti selama masa pandemi, bisa dikebut setelah pandemi korona berakhir.

’’Karena dilangsungkan pada 2021, kami harap covid-19 segera berakhir. Karena setelah itu kami akan menggenjot persiapan untuk tahun depan,’’ imbuh dia.

Zainudin berharap, masyarakat tidak protes terkait persiapan PD U-20 yang terbengkalai. Sebab, seluruh elemen pemerintah saat ini sedang fokus untuk memerangi wabah korona.

’’Keputusan agar menunda dulu persiapan Piala Dunia U-20 kan juga pertimbangan utamanya adalah keselamatan dan kesehatan masyarakat,’’ tegasnya.

(Prokal)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here