METRO CIKARANG – Venue Pekan Olahraga Daerah (Porda) XIV Jawa Barat 2022 bisa dipindah dengan catatan tuan rumah tidak mampu menyiapkan sarana dan prasarana pendukungnya.

Hal itu diungkapkan Sekretaris Umum Persatuan Renang Seluruh Indonesia (PRSI) Jawa Barat Vera Ariessa saat penutupan Traning Camp Jawa Barat 2020, di venue Aqyatic Centre Wibawa Mukti, Kabupaten Bekasi, beberapa waktu lalu.

Menurut dia, tiga daerah menjadi tuan rumah Porda 2020 yaitu Tasikmalaya yang menggandeng lima kabupaten/kota di Priangan Timur seperti Kabupaten Tasikmalaya, Garut, Pangandaran, Ciamis dan Kota Banjar. Lalu, Kabupaten Subang dan Kabupaten Bandung Barat.

“Untuk cabor renang pada Porda 2022 ada tiga tuan rumah, satu untuk polo air yaitu di Kabupaten Bandung Barat. Nomor Renang, Loncat indah dan Renang indah di Kabupaten Garut dan kalau tidak ada halangan kita jalankan Open Woter di Pangandaran,” ungkap Vera.

Untuk saat ini, sambung dia, pihaknya sangat berterima kasih ke Kabupaten Bekasi yang sudah mmpersiapkan tuan rumah Porda pada cabang aquatic.

“Ya meskipun, sudah jelas bahwa untuk nomor ini ada di wilayah Garut. Tapi juga kita masih menunggu, karena saat ini Kabupaten Garut sedang mempersiapkan venue kolam renang aquatic senter yang masih tahap pembangunan,” tutur Vera.

Vera menegaskan, bahwa PRSI Jawa Barat saat ini masih menunggu kepastian dari Garut. Karena menurut di, venue Porda sangat memungkinkan dipindahkan bila yang ditunjuk tuan rumah tidak siap dalam segi venue.

“Kita masih menunggu perkembangannya. Bagaimanapun, Jawa Barat saat ini harus mempersiapkan plening kedua. Kalau Garut tidak terwujud, bisa ada di tempat lain yang sudah siap. Saat ini untuk Bekasi yang memang sudah siap menjadi tuan rumah Porda,” tegas dia.

Vera menilai Aquatic Centre WBM sudah kategori layak lantaran kolam WBM saat ini sudah digunakan untuk event Nasional. Di mana, dalam menghadapi Pekan Olahraga Nasional (PON) Papua, Pemusatan Latihan Daerah (Pelatda) loncat indah dan renang indah artistic dilaksanakan di kolam standar internasional tersebut.

“Kenapa disini dipilih, karena tempatnya sangat representatif. Sarana dan prasarana memadai,” imbuhnya.

Sementara itu, Sekretaris Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Bekasi, Abdul Halim menyatakan, kajian terus dilakukan.

“Hal itu, agar atlet Kabupaten Bekasi yang menjadi binaan dan juga yang dibina Pengprv Jawa Barat, bisa kita (KONI.red) suport dan memperhatikan dalam segi pola latihan, supplement dan kerja keras mereka,” kata dia.

Lebih jauh, Halim sapaan akrabnya menuturkan, Kabupaten Bekasi selalu siap dengan fasilitas dan personalia yang sudah teruji. Termasuk untuk persiapan event nasioanl dan Porda.

“Itu, bukan suatu hal yang mustahil. Bahkan, kita optimis pada 2030 akan banyak atlet bermunculan dari Kabupaten Bekasi berasal dari Jawa Barat. Apa bila dilakukan upaya yang sistematis akan dapat didukung penuh. Ini akan menjadi puncak prestasi bagi kebanggan kita bersama,” tukas dia.

(Yudi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here