METRO BANDARLAMPUNG – Keberadaan Rancangan Undang-Undang Haluan Ideologi Pancasila (RUU HIP) terus menuai penolakan sorotan tajam dari berbagai elemen masyarakat.
Kali ini, giliran Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Komisariat Syariah, meminta RUU tersebut dibatalkan. 

Menurut Ketua Umum HMI Komisariat Syari’ah UIN Raden Intan Lampung, Ryki Setiawan, pancasila sudah Final. Kata dia, RUU HIP ini berpotensi menurunkan derajat pancasila sebagai ideologi negara, yang menjadi “Bintang Pemandu” sumber dari segala sumber hukum.

“Jadi begini, kita masyarakat Indonesia sudah mengatahui bahwa ideologi pancasila merupakan hasil dari ikhtiar para sesepuh pendiri bangsa Indonesia. Dalam sistem ketatanegaraan ini dinilai akan terjadi ketumpang tindih karena ideologi pancasila merupakan landasan dalam pembuatan konstitusi UUD 1945,” jelas Ryki.

“Pancasila dan UUD 1945 diibaratkan seperti dua sisi mata uang yang tidak bisa dipisahkan. Namun berkat RUU HIP  ideologi pancasila turun derajat, karena akan berubah menjadi undang-undang yang mengatur pancasila,” timpal dia.

Selain itu, sambung Ryki, RUU HIP juga berpotensi untuk memeras pancasila, yang seharusnya 5 sila ini menjadi 3 sila. Di mana, satu di anatara penolakan RUU HIP adalah bunyi Pasal 7 Ayat (2) yang menjelaskan bahwa ciri pokok Pancasila berupa Trisila, yaitu “sosio-nasionalisme, sosio-demokrasi, serta ketuhanan yang berkebudayaan”. 

Lalu, “Trisila sebagaimana dimaksud pada ayat (2) terkristalisasi dalam ekasila, yaitu gotong-royong,” bunyi Pasal 7 Ayat (3).
Ryki mejelaskan ide ekasila selain digelorakan oleh Soerkarno dalam pidatonya 1 Juni 1945, juga kerap digelorakan kembali oleh PKI pada tahun 1955 sebagai dasar utama negara. Gotong royong dalam Ekasila dimaknai PKI setara dengan semboyan “Sama Rata, Sama Rasa”. 

Bahkan Sakirman, wakil dari PKI sekaligus wakil ketua Konstituante menyuarakan sikap partainya bahwa “gotong royong” sudah cukup sebagai dasar negara dengan mengesampingkan “Ketuhanan Yang Maha Esa”.

“Maka dari itu RUU HIP ini diduga ada unsur untuk mengubah ideologi pancasila agar mengembalikan lagi ajaran komunis di Indonesia,” tegas dia.

Ryki menilai RUU HIP tidak ada landasan sesuai dengan hierarkinya. Hal itu tentu menguatkan kecurigaan bahwa RUU HIP bukan hanya mengubah Pancasila tapi membangkitkan lagi ajaran komunis.

“Dalam urutan perundang-undangan Indonesia merujuk dalam Pasal 7 Ayat 1 UU No 12 tahun 2011 tentang Pembentukan Peraturan Perundang-Undangan bahwa Ketetapan MPR itu diatas Undang-Undang/Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang. Artinya sudah seharusnya TAP MPRS XXV/1966 tentang larangan ajaran Komunisme dan Marxisme dicantumkan di dalam konsideran untuk dijadikan landasan  yang menjadi pijakan dalam pembuatan RUU HIP ini,” ketus dia.

Lebih jauh, Ryki mengatakan sejak awal berdirinya HMI pada tahun 1947 tetap konsisten mendukung Pancasila sebagai ideologi Negara Indonesia.

“Kader HMI Komisariat Syari’ah UIN Raden Intan Lampung siap mengawal Pancasila sebagai  Ideologi NKRI, #PancasilaHargaMati,” ujar Ryki dengan penuh semangat.

Masih kata Ryki, dengan isu-isu yang beredar saat ini bahwa RUU HIP diduga akan memberikan peluang bagi PKI bangkit kembali maka HMI pun tidak hanya diam. 

“Karena HMI bagian dari sejarah kelam PKI, para pendahulu kami pernah melaksanakan perjuangan bersenjata dalam melawan pemberontakan komunis di madiun pada 18 September 1948 dan berlanjut perseteruannya pada tahun 1964-1965 Gerakan 30 September PKI (G30S) hingga berakhir pembubaran PKI” ujarnya.

“Kami menyatakan dengan tegas dan penuh kesadaran bahwa kami mendukung untuk  RUU HIP ini harus dibatalkan dan dihilangkan, sebelum terjadinya konflik ideologi, sosial, politik dan sebagainya,” pungkasnya.

(Jiovano)

1 KOMENTAR

  1. penasaran yang DPR pingin itu apa…
    kalaupun itu ide RUU HIP berasal dari aspirasi masyarakat… masyarakat yang dimaksud masyarakat daerah mana atau ini ide personal/murni dari DPR sendiri ? xixixi…
    juga, jika RUU ini disetujui dan tinggal pak jokowi tanda tangan tapi pak jokowi ndak mau tanda tangan bukannya nanti resmi bakalnya ya’….
    hmm…berarti ndak jauh beda sama UU MD3 yg dulu dong…

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here