METRO SUBANG – Wakil Bupati Subang Agus Masykur Rosyadi melakukan seminar nasional melalui vidio conference (ViCon) yang membahas tentang pengusulan KH. Muhyiddin untuk menjadi pahlawan nasional di rumah Dinas Bupati Subang, Rabu (22/4).

Seminar nasional tersebut dibuka langsung oleh Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Rudhanul Ulum dan Asisten Pemerintahan, Hukum dan Kesejahteraan Sosial Jabar, Daud Achmad. Di mana, pembicara dalam seminar tersebut mendatangkan Prof. Dr. Nina Herlina, M.S (Universitas Padjadjaran) , Dr. Abdul syukur ( Universitas Negeri Jakarta), Dr. Agus Mulyana (Universitas Pendidikan Indonesia), Agus Salide, SH., M.H (STHB Bandung), H. Usep Romli (Budayawan Garut), Dr.Miftahul Falah (Universitas Padjadjaran) dan Dr. Wawan Darmawan (Universitas Pendidikan Indonesia).

Uu mengapresiasi atas usulan tokoh besar terutama tokoh agama pesantren di Jawa Barat untuk dijadikan pahlawan nasional Indonesia.

Menurut dia, Pemprov Jabar akan membantu dan berusaha memperjuangkan dua tokoh Jawa Barat yaitu alm. KH. Muhyidin dan alm. Prof. KH. Anwar Musassad untuk diusulkan menjadi pahlawan nasional.

“Ya karena mereka telah banyak berjuang dalam kemerdekaan Republik Indonesia dan mengisi kemerdekaan Indonesia. Jangan sekali-kali meninggalkan sejarah,” kata Uu.

Para ulama di Jawa Barat banyak yang ikut berjuang dan berperang dengan dibarengi pengamalan akidah dan ilmu yang dijadikan pilar dalam Pancasila.

Wabup Subang Agus Masykur menjelaskan bahwa seperti diketahui bahwa perjuangan yang dlakukan oleh alm. KH. Muchyidin (1879-1973) telah berhasil memupuk semangat para pejuang sehingga kemerdekaan Republik Indonesia tetap tegak hingga sekarang.

“Jadi memang KH. Muchyidin merupakan tokoh dan pendiri pesantren Pagelaran II Jawa Barat asal Subang, pemimpin lascar para pejuang hizbullah yaitu organisasi tentara dari kalangan muslim untuk melawan  kaum penjajah belanda,” kata dia.

Melalui pesantren merangkap masrkas tersebut sambung Kang Akur -sapaan karib Agus Masykur-, sosok KH. Muhyidin membina mental spiritual dan fisik pejuang hizbullah dalam memerangi Belanda.

“Beliau telah berjuang sepanjang hidupnya, perjuangannya melebihi sebagai seorang ulama yang perjuangannya berdampak nasional,” bilangnya.

Adapun hasil laporan tim TP2GD bahwa KH. Muhyidin memenuhi kriteria sebagai pahlawan nasional.

Pertama, KH. Muhyidin warga negara Indonesia yang telah meninggal dunia dan melakukan pengabdian dan perjuangan yang berlangsung hampir sepanjang hidupnya dan telah melebihi tugas yang diembannya.

Kedua, perjuangan yang dilakukan KH. Muhyisin memiliki jangkauan luas serta berdampak secara nasional. Ketiga, memiliki konsistensi jida dan semangat kebangsaan/nasionalisme tinggi.

Keempat, memiliki akhlak dan moral yang tinggi, dan terakhir tidak menyerah pada lawan/musuh dalam perjuangannya dalam riwayat hidupnya tidak pernah melakukan perbuatan tercela.

“Makanya kami dukung penuh proses pengusulan alm. KH. Muhyidin serbagai pahlawan nasional dan berharap pemerintah Republik Indonesia menganugrahi gelar pahlawan kepada alm. KH. Muhyidin,” imbuh Kang Akur.

Kang Akur juga berharap dengan seminar tersebut menjadi momentum bangkitnya semangat berinovasi bagi generasi muda Subang melalui motto Subang Jawara untuk menjadi pahlawan masa kini.

Dalam kondisi pandemic covid-19 saat ini, Kang Akur juga mengharapkan semua bisa menjadi pahlawan dengan terus memberikan informasi yang benar kepada masyarakat, mengedukasi masyarakat melalui media social ataupun media lainnya untuk senantiasa melakukan upaya pencegahan covid-19.

“Saling menolong dan bekerjasama dengan pemerintah untuk melawan virus korona ini,” tukas dia.

Dalam seminar tersebut pula membahas tentang pengusulan ulang Prof. KH. Anwar Musaddad dari Garut sebagai pahlawan nasional.

(Jiovano)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here