METRO SUBANG – Jelang berakhirnya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Parsial, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Subang menggelar rapat koordinasi sekaligus silaturahmi bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).

Kegitan berpusat di halaman belakang Rumah Dinas Bupati setempat, Kamis (28/5) itu dihadiri Bupati Subang Ruhimat didampingi Wakilnya Agus Masykur Rosyadi.

Ruhimat berterima kasih setinggi-tingginya kepada Forkopimda Subang beserta jajarannya yang telah bahu-membahu mendukung Pemkab Kabupaten Subang dalam pencegahan penyebaran covid-19 dan penyaluran bantuan sosial.

“Berkat itu Kabupaten Subang dapat apresiasi dari Kementerian Sosial menjadi percontohan penyaluran bantuan sosial bagi seluruh Kabupaten/kota se-Indonesia selama pemberlakuan PSBB,” kata dia.

Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Kabupaten Subang, perkembangan kasus sampai dengan hari ini total 43 orang positif covid, 27 dalam pengawasan, 13 telah sembuh dan 3 orang meninggal.

“Semoga yang masih dalam perawatan segera sembuh dan tidak ada lagi kasus positif covid-19 di Kabupaten Subang,” imbuh Kang Jimat -sapaan Ruhimat.

Melihat penularan saat ini, sambung dia, Subang mampu mengendalikan penularan covid-19. Sebelum PSBB tercatat ada 11 Kecamatan terkonfirmasi positif sampai dengan saat ini PSBB akan berakhir, kecamatan yang terlaporkan kasus dengan konfirmasi positif covid-19 tidak bertambah.

“Bahkan dari 9 kecamatan hanya terdapat 1 desa saja yang tertular covid-19 dan tidak menularkan ke desa lain dalam satu kecamatan,” jelas Kang Jimat.

Mantan Kadis Lingkungan Hidup Kabupaten Bekasi ini menamnahkan pemerintah pusat telah menginformasikan bahwa provinsi Jawa Barat merupakan salah satu provinsi yang diperkenankan untuk menerapkan kehidupan normal baru (new normal).

“Artinya semua aktivitas masyarakat dapat dilaksanakan akan tetapi diwajibkan menerapkan protokol kesehatan pencegahan covid-19 secara ketat,” tegas Kang Jimat.

Ia secara lugas menegaskan PSBB Parsial di Kabupaten Subang tidak diperpanjang lagi dan akan berakhir pada 29 Mei 2020.

“Dan akan terus berkoordinasi dengan Provinsi Jawa Barat terkait kehidupan normal baru (new normal),” tukasnya.

(Jiovano)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here