METRO PURWAKARTA – Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) terus memantau penggunaan dana desa di sejumlah daerah.

Di Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat sendiri ditemukan sejumlah kejangggalan. Hal itu diungkapkan Wakil Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Budi Arie Setiadi.

Di mana, Kantor Desa Sukatani misalnya, Budi tak menemukan kepala desanya. Hanya ada satu pengurus saja. “Saya dapat informasi bahwa BLT Dana Desa yang seharusnya Rp600.000 setiap keluarga per bulan, hanya digelontorkan Rp50.000 sampai Rp100.000 per keluarga,” kata Budi saat sidak dalam keterangannya, Sabtu (23/5).

Selanjutnya, di dalam kantor desa, dia tidak menemukan data penyaluran Dana Desa yang dipampang secara transparan. Tak lama kemudian akhirnya dia bertemu Sekdes Sukatani.

Saat berbicara, dia terkejut dengan data BLT Dana Desa yang ada di rumah kepala desa.”Loh, data kok di rumah Pak Kades? Data Dana Desa harus dipasang di kantor desa supaya masyarakat tahu. Ini untuk transparansi,” jelas Budi.

Usai menjelaskan, dia pun melanjutkan ke Desa Legok Sari, Kecamatan Darangdan. Namun, dia tak bisa menemukan siapapun karena kantor kosong.

Dia pun berpesan, jangan sampai ada penyelewengan BLT desa tersebut.

“Penyelewengan Dana Desa bisa menjadi masalah hukum. Kepolisian dan aparat hukum akan menanganinya jika ada bukti-bukti. Keterlaluan sekali , nasib rakyat dipermainkan,” pungkasnya.

(Mahesa)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here