METRO PURWAKARTA – Besarnya anggaran yang digelontorkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Purwakarta, untuk penanganan Covid-19, mulai disoal. Penyebabnya kuat dugaan anggaran miliaran yang digelontorkan penanganan korona tidak tepat sasaran dan tepat guna.

Hal itu diungkapkan Ramdan Juniar Ketua Ormas Manggala Garuda Putih Ramdan Juniar, Jumat (29/3). Ia juga meminta agar DPRD Purwakarta melek awasi penggunaan anggaran tersebut lantaran bagian tupoksi DPRD sebagai lembaga pengawasan kepada pihak eksekutif.

“Ini wajib kiranya anggota DPRD turun kelapangan secara langsung, serap semua aspirasi rakyat. Apa dan bagaimana kondisi masyarakat ditengah kondisi saat ini,” tegas Ramdan.

Selain menyerap suara rakyat, sambung dia, tugas mengawasi serapan anggaran menjadi tugas pokok anggota DPRD.

“Cek ke masyarakat, apakah sudah tepat sasaran dan tepat guna anggaran Covid 19 dibelanjakan,” ujarnya.

Keberadaan dapur umum misalnya, apakah penyaluran nasi bungkus itu sampai ke masyarakat yang memang membutuhkan.

“Cek kualitas nasi bungkus yang diberikan ke rakyat, cek dan kontrol kuantitasnya. Apakah sudah mencukupi atau belum, kami kira itu tugas para wakil rakyat. Apalagi banyak suara di masyarakat soal data penerima yang masih kacau bahkan tidak sedikit terjadi gesekan di masyarakat tentang data tersebut,” ungkapnya.

Untuk itu, Ormas Manggala juga menyatakan siap membantu dan mengawal pembelanjaan dana penanggulangan Covid 19 di Purwakarta.

“Yang penting benar, berani, jika ada ketidakadilan jika bener kenapa harus takut menyuarakan suara rakyat. Kami siap mengawal demi masyarakat,” tandasnya.

(Hasan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here