ILUSTRASI

METRO PURWAKARTA – Perampokan bantuan sosial tunai (BST) untuk Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Program Bantuan Non-PKH bagi lima desa di Kecamatan Pondoksalam senilai Rp135 juta, penuh drama kejanggalan.

Pertama, bantuan sembako kepada para KPM non PKH itu seharusnya adalah para penerima manfaat, bukanlah kewenangan para TKSK ataupun agen BPNT karena tugas TKSK hanya pengawasan dan pengendalian.

Mitra Dinsos Kabupaten Purwakarta menuturkan bansos itu sumbernya dari Kemensos RI kemudian prosesnya ditransfer dari BNI Pusat ke rekening masing-masing KPM. Lalu, KPM selaku pemegang kartu ATM Combo mencairkan sendiri ke ATM atau bisa ke e-waroeng. 

“Jadi tidak di perkenankan untuk dikolektifkan oleh orang lain, karena dikhawatirkan ada penyalahgunaan wewenang,” kata AG selaku pemilik e-waroeng di daerah dua Purwakata yang juga mitra Dinsos Kabupaten Purwakarta saat ditemui di kediamannya, Selasa (1/9).

Lantas siapa diuntungkan?. Kata dia, dugaam TKSK bekerjasama dengan agen e-waroeng dalam meraup keuntungan besar sudah menyalahi aturan. 

“Kedua, mereka tidak meminta pengawalan dari pihak keamanan,” ucapnya.

Dia menjelaskan anggaran Rp 135 juta rencananya akan dibagikan oleh agen e-waroeng sebagai mitra BNI untuk diserahkan langsung kepada 270 KPM di 5 desa. Yakni, Desa Situ, Desa Sukajadi, Desa Parakan, Desa Salam dan Desa Galudra. 

“Misalnya satu KPM kasih persentase ke pemilik e-waroeng atau TKSK, maka keuntungan dari jasa pengurusan pencairan itu cukup besar. Satu KPM kasih upah jasa pencairan Rp 50 ribu dengan jumlah KPM ada 270, maka sudah dapat untung Rp 13,5 juta,” jelas AG.

Hal senada diutarakan AN. TKSK salah satu Kecamatan Purwakata juga mengaku heran drngam drama pembegalan uang bansos itu.
“Prosedurnya KPM lah yang lebih berwenang untuk mencairkan dana bansos non pangan itu, bukannya agen e-waroeng atau TKSK,” tegasnya.

Diketahui sebelumnya, Bantuan sosial tunai (BST) untuk Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Program Bantuan Non-PKH bagi lima desa di Kecamatan Pondoksalam senilai Rp135 juta raib dibegal, Senin (31/8).

Ironisnya, BST itu sebenarnya bisa masuk langsung ke rekening penerima. Namun, dalam kasus ini, bantuan sebesar Rp500 ribu per KPM itu pengambilannya malah dikolektif oleh agen melalui aparat desa.

Kejadian pembegalan tersebut dialami Staf Desa Salem bernama Irenanda (20) dan Bendahara Desa Situ bernama Linda Kurniawati (29). TKP-nya di Jalan Kampung Sawah Tengah, Desa Pasawahan Kidul, Kecamatan Pasawahan, Purwakarta, pada Senin (31/8) sekitar pukul 09.00 WIB. Bahkan, kawanan begal itu sempat melukai keduanya hingga terkapar di tengah jalan.

Diketahui, dalam rekaman kamera CCTV di salah satu rumah warga di sekitar TKP, tampak sepeda motor yang dikendarai dua pegawai desa itu diikuti empat kawanan pembegal yang menaiki dua sepeda motor. Setelah memepet dan menganiaya dua pegawai desa tersebut, kawanan begal itu kabur membawa uang bansos.

Tak lama berselang, kedua pegawai desa yang tergeletak di pinggir jalan dengan tubuh penuh luka itu ditemukan warga yang melintas.

Sekretaris Desa Situ, Kecamatan Pondoksalam, Amin mengatakan, pembegalan itu berawal saat kedua korban hendak pulang usai mengambil uang bansos dari salah satu bank di Purwakarta. Uang tersebut, awalnya untuk disalurkan ke lima desa di Kecamatan Pondoksalam. Kelimanya adalah Desa Situ, Sukajadi, Parakansalam, Salem dan Desa Galudra

Tapi di tengah jalan, sekitar 200 meter dari Kantor Desa Situ, motor korban dipepet dua motor pembegal. Setelah menganiaya kedua korban, para perampok kabur membawa uang yang baru diambil korban dari bank. Diduga korban telah diikuti kawanan perampok dari bank,” kata Amin.

Selanjutnya, kedua korban dilarikan ke RSUD Bayu Asih untuk mendapatkan perawatan dan kasus ini ditangani oleh Polsek Pasawahan.

Dikonfirmasi, Kapolsek Pasawahan AKP Edi Tejo Sukmono membenarkan peristiwa tersebut. “Kami sudah mendatangi, mengamankan dan melakukan olah TKP. 

“Kami juga mengumpulkan dan amankan barang bukti serta minta keterangan para saksi. Saat ini korban dilarikan ke RSUD Bayu Asih Purwakarta untuk mendapatkan perawatan medis,” kata dia. (Hasan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here