METTO KARAWANG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karawang, Jawa Barat kembali memperpanjang penerapan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) hingga 12 Juni 2020 mendatang.

Hal itu diungkapkan Bupati Karawang,. Cellica Nurrachadiana dalam vikon bersama Gubernur Jawa Barat, Jumat (29/5). Kata dia, sesuai surat keputusan gubernur Jabar maka Pemkab Karawang melanjutkan PSBB 14 hari kedepan.

“Saya berharap kita semua terus berperan aktif dalam memutus mata rantai covid-19 di Karawang,” imbuh Cellica.

Juru bicara gugus tugas Kabupaten Karawang, Fitra Hergyana menjelaskan, menurut data terakhir, okupansi atau tingkat hunian tempat tidur di rumah sakit rujukan Covid-19 di Kabupaten Karawang berada pada angka 22 persen.

Artinya, mayoritas tempat tidur yang telah disiapkan untuk para pasien Covid-19 belum terisi. “Hal ini berarti menunjukan tren perawatan kasus Covid-19 di Kabupaten Karawang berangsur menurun,” ujar dia, Jumat (29/5).

Ketersedian tempat tidur tersebut menunjukan bahwa RS rujukan Covid-19 di Kabupaten Karawang mempunyai kapasitas yang cukup memadai apabila terjadi lonjakan ataupun second wave muncul. Tingkat hunian di angka 22 persen, berarti masih ada 78 persen yang kosong.

“Mudah-mudahan tidak terisi. Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Karawang selalu melakukan langkah antisipasi terhadap hal-hal yang tidak kita inginkan,” imbuh Fitra.

Meski masik berita yang cukup menggembirakan, namun Gugus Tugas tidak pernah bosan mengimbau masyarakat untuk secara disiplin menerapkan protokol kesehatan, agar kita semua tetap sehat, tidak menjadi pasien.

“Dan yang terpenting, kita bersama bisa menekan angka penyebaran Covid-19 serta mengakhiri pandemi ini,” kata Fitra.

Dijelaskannya, Kabupaten Karawang mengalami penurunan level kewaspadaan COVID-19 dari yang semula merah menjadi kuning. Hal tersebut diketahui dalam kegiatan vidcon bersama Gubernur Jawa Barat (Jabar), Ridwan Kamil, Jumat (29/5).

Dalam vicon yang dipimpin Bupati Karawang,. Cellica Nurrachadiana, ia mengatakan penurunan level kewaspadaan itu berdasarkan hasil evaluasi Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) tingkat provinsi Jawa Barat.

Kata Cellica, Pemkab akan tetap melakukan upaya pencegahan dan minimalisir penyebaran COVID-19 secara optimal. “Mulai dari sosialisasi ke masyarakat terkait pola hidup bersih dan sehat. Pengurangan aktivitas di luar rumah, penyekatan di perbatasan dan penanganan medis sesuai ketentuan dimaksimalkan,” tegasnya.

(Firmansyah)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here