METRO KARAWANG – Di tengah pandemi covid-19 yang per hari ini belum bisa dikendalikan penyebaran virusnya, layanan publik di sektor kesehatan menjadi garda terdepan yang diminta tetap prima dan optimal. Pemkab Karawang beruntung memiliki rumah sakit plat merah yang sejauh ini sangat bisa diandalkan.

RSUD Karawang sebagai satu-satunya rumah sakit kelas B yang ada di Karawang menjadi andalan pemerintah daerah menyediakan layanan kesehatan. Saat ini, tak kurang dari 108 bed disiapkan oleh RSUD Karawang untuk menampung pasien covid yang membutuhkan perwatan medis.

“Saat ini 50 persenan bed terpakai. Beberapa waktu lalu sempat meyenth 60 pesenan sampai lantai 3 gedung isolasi juga difungsikan,” kata Kepala Seksi Pengendali Operasional Pelayanan, Andi Senjayan kepada KBE (Group Onlinemetro.id), Selasa (22/9).

Gedung khusus isolasi pasien covid di RSUD terpisah dari gedung layanan kesehatan umum atau poli kesehatan lain, sehingga praktis tak begitu berengaruh pada layanan medis lain. Gedung isolasi pasien cobid-19 di TSUD Karawangg berada di satu pojok pada kompleks bangunan RSUD Karawang.

Saat ini di gedung isolasi itu, ada dua lantai yang terisi. Satu ruangan diisi 4-5 pasien. Namun,, pihak rumah sakit telah menyiapkan satu lantai di atasnya, yakni lantai tiga gedung isolasi berjaga jika sewatu-waktu pasien melonjak, seperti beberapa waktu lalu.

Selain itu, di RSUD Karawang, kata Andi, pasien covid yang memiliki rekam medis penyakit sertaan dan mengharuskan si pasien cuci darah tak perlu khawatir. Lantaran, kata dia, RSUD Karawang juga membuka layanan cuci darah bagi pasien yang statusnya terapar covid. Tercatat sudah ada lebih dari 5 pasien berstatus postif covid di RSUD juga mendapat pelayanan cuci darah.

Baru Raih Penghargaan

RSUD Karawang 19 September 2020 kemarin baru saja meraih penghargaan dari MarkPlus Institut sebagai salah satu penyelenggara layanan publik terbaik di Jawa Barat. MarkPlus Institute merupakan lembaga omni-learning platform bagi para individu yang ingin mengembangkan diri dan berkompeten di bidang Marketing, Business, dan Entrepreneurship. Kami menawarkan pelatihan berbasis e-learning dan omni-learning (online & in-class training).

Dari 7 instansi di Jawa Barat yang meraih penghargaan, hanya RSUD Karawang dan RSUD Sukabumi dua sektor layanan publik di bidang kesehatan yang diganjar penghargaan.

Banyak indikator yang membuat RSUD Karawang mendapat penghargaan MarkPlus Institut . Satu di antaranya dalam beberapa tahun terakhir rumah sakit plat meraah yang berlokasi di Galuh Mas ini konsen mendigitalisasi layanan kesehatan sehingga mempermudah akses pasien mendapat layanan dan fasilitas kesehatan yang ada di RSUD.

“RSUD yang dapat penghargaan cuma kita dan RSUD Sukabumi.” tuturnya.

Perlu diketahui RSUD Karawang telah mengembangkan sejumlah layanan kesehatan platform digital. Di antaranya: layanan bad monitoring yang untuk mengecek ketersediaan bed bagi pasien rawat inap bisa langsung diketahui oleh publik dan calon pasien.

Lalu layanan tracing IGD yakni layanan yang bisa diakses untuk mengecek seluruh penanganan medis yang didapat oleh pasien selama di IGD RSUD Karawang.

Ada juga layanan registrasi rawat jalan melalui daring yang bisa diakses melalui aplikasi yang diba diunduh di googleplay. Kini, RSUD Karawang juga sedang menyiapkan launching mesin Anjungan Pelyanan Mandiri (APM) yang ditargetkan bisa mengomplitkan seluruh digitalisasi layanan bagi calon pasien.

“Dengan adanya APM pasien yang dulu harus lama dan melewati beberapa tahap sebelum bertemu dokter di poli, sekarang beberapa menit saja sudah langsung bisa dapat layanan,” pungkasnya.

(Mahesa)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here