METRO KARAWANG – Awal tahun 2020 yang lalu., bencana banjir besar mengepung Kabupaten Karawang.

Masih hangat dalam ingatan warga Karawang, banjir waktu itu telah merusak harta benda mereka. Akibat bencana itu, tak sedikit warga Karawang yang mengalami trauma.

Setahun berselang tepatnya awal Februari 2021, banjir tahunan itu pun kembali datang. Seperti tidak belajar dari pengalaman yang lalu. Pemerintah Kabupaten Karawang, nampak tergopoh-gopoh menerima dampak banjir.

Buruknya sistem drainase dan besarnya debit air di sungai-sungai yang melintasi Karawang. Selalu jadi kambing hitam, dari lambannya mitigasi dan pencegahan banjir di Karawang.

Data yang dihimpun Karawang Bekasi Ekspres (Onlinmetro Group), banjir parah di tahun ini terjadi di dua kecamatan langganan banjir. Yaitu, Kecamatan Cilamaya Wetan, yang merendam 2 desa. Dan Kecamatan Rengasdengklok, yang merendam 6 desa.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Karawang, Yasin Nasrudin mengatakan, akibat banjir ini, sebanyak 2.806 rumah di dua kecamatan terendam banjir. Masing-masing berada di Kecamatan Cilamaya Wetan, yakni Desa Rawagempol Wetan, banjir merendam sebanyak 450 rumah terendam, yang dihuni 1.800 jiwa. Juga di Desa Rawagempol Kulon, banjir merendam 322 rumah, yang dihuni 1.116 jiwa.

Selain itu, banjir itu juga merendam enam desa di Kecamatan Rengasdengklok. Yaini, Desa Rengasdengklok Utara, yang merendam 650 rumah yang dihuni 2.600 jiwa dan Desa Rengasdengklok Selatan, sebanyak 382 rumah terendam, yang dihuni 1.344 jiwa.

“Kemudian di Desa Karyasari, sebanyak 139 rumah yang dihuni 407 jiwa. Desa Amansari ada 367 rumah sebanyak 1.007 jiwa. Desa Kertasari ada 367 rumah sebanyak 1.200 jiwa dan Desa Kalangsari sebanyak 129 rumah yang dihuni 407 jiwa,” ungkap Yasin, Sabtu, (6/2) lalu.

Secara total, hampir 3.000 rumah di dua kecamatan ini terendam banjir. Angka ini jelas bisa lebih buruk. Mengingat pada Minggu, (7/2) kemarin. Sejumlah sungai besar di Karawang mulai meluap. 

Beberapa desa di kecamatan lain pun mulai melaporkan kejadian banjir. Salah satunya di Desa Jayanegara, Kecamatan Tempuran.

Di mana, ada 40 rumah dilaporkan mulai terendam air luapan Sungai Cibulan-bulan. Diketahui, lokasi tersebut juga merupakan langganan banjir di wilayah Kabupaten Karawang.

Dua desa di Kecamatan Kecamatan Cikampek, masing-masing Desa Dawuan Tengah dan Dawuan Timur juga mulai tergenang banjir. Hingga saat ini, Tim BPBD Karawang dilaporkan sedang mendata korban banjir disana.

(Wahyudi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here