KARAWANG- Kinerja Pupuk Kujang Cikampek menuai sorotan para Komisi II DPRD Jabar. Pabrik plat merah itu dinilai gagal memenuhi kebutuhan pupuk subsidi di tengah pandemi. Para anggota DPRD mengklaim, petani di Karawang menjerit akibat adanya kelangkaan pupuk.

Ketua Komisi II DPRD Jawa Barat, Rahmat Hidayat Djati blak-blakkan menyebut kelangkaan ini bukan terjadi kali ini saja, tapi selalu berulang setiap musim tanam. Oleh karenanya, dia meminta agar Gubernur Jawa Barat menindaklanjuti persoalan tersebut secara cepat.

“Hal ini selalu berulang mohon kepada semua pihak terutama bapak gubernur Jawa Barat ikut memperhatikan urusan penting ini,” kata Rahmat.

Rahmat, menuturkan kelangkaan pupuk menjadi kejadian yang ironis jika mengingat Karawang sampai saat ini merupakan daerah lumbung padi, dan pabrik penunjang ketersedian stok pupuk, PT Pupuk Kujang juga ada di daerah yang sama.

“Pabrik Pupuk Kujang milik BUMN juga terdapat di Kabupaten Karawang wilayah provinsi Jawa Barat,” tandasnya.

Anggota DPRD Jabar Fraksi PKS dapil Karawang-Purwakarta, Ahmad Hadiwijaya juga mengingatkan, tata kelola pertanian harus terus dibenahi dan dioptimalkan.

“Pertanian, kata Presiden Jokowi, adalah sektor perekonomian yang tetap alami pertumbuhan positif di era pandemi Covid 19 ini,” tegas dia.

Sebelumnya, sejak bulan Februali 2020 lalu,  Pupuk Kujang menyatakan alokasi pupuk bersubsidi untuk kebutuhan sektor pertanian di wilayah Jawa Barat (Jabar) pada tahun ini menurun dibandingkan tahun lalu.

“Alokasi pupuk bersubsidi itu ditentukan melalui Keputusan Gubernur Jabar Nomor 521.34/Kep.71-Rek/2020 tanggal 30 Januari 2020,” kata Kepala Bagian Hubungan Eksternal PT Pupuk Kujang Indra Gunawan kepada pers, Rabu (26/2/2020).

Ia mengatakan, berdasarkan Keputusan Gubernur Jabar Nomor 521.34/Kep.71-Rek/2020 tanggal 30 Januari 2020, alokasi pupuk bersubsidi tahun 2020 pada sektor pertanian di wilayah Jawa Barat menurun dibandingkan 2019.

Untuk alokasi pupuk urea bersubsidi sebesar 249.748 ton pada tahun ini. Sedangkan tahun sebelumnya, alokasinya mencapai 531.043 ton. Kemudian alokasi pupuk NPK untuk 18 kabupaten/kota wilayah distribusi PT Pupuk Kujang pada tahun ini sebanyak 115.552 ton, menurun dibandingkan 2019 yang alokasinya mencapai 137.062 ton.

Sementara pupuk organik, alokasi tahun ini mencapai 66.230 ton atau menurun dibandingkan 2019 sebanyak 70.405 ton.

Ia mengatakan, sebagai produsen pupuk, pihaknya hanya mengalokasikan pupuk bersubsidi sesuai dengan alokasi yang telah ditentukan.

PT Pupuk Kujang menjamin ketersediaan pupuk bagi petani, termasuk kebutuhan gagal panen akibat banjir yg melanda diberbagai daerah di Jawa Barat, tapi disesuaikan dengan ketentuan yang berlaku. (red)

1 KOMENTAR

  1. Gemana sih ngomong kebutuhan dicukupi tapi faktanya kuotanya dikurangi dan petani kesulitan dapat pupuk…
    Terus berulang ulang tiap tahun..😇

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here