Petugas medis mengambil sampel darah jurnalis saat Rapid Test COVID-19 secara Drive-Thru di Halaman Gedung Kementerian Komunikasi dan Informatika, Jakarta, Rabu (8/4/2020). Sedikitnya 750 jurnalis mengikuti Rapid Test tersebut guna memastikan kesehatannya dan mengantisipasi penyebaran COVID-19. HARITSAH ALMUDATSIR/JAWA POS

METRO KARAWANG – Juru bicara tim gugus tugas percepatan penanganan Covid-19 Kabupaten Karawang, Fitra Hergyana mengatakan, angka penyebaran virus covid-19 di Indonesia meningkat. Di mana dalam sehari, kemarin Kamis 21 Mei 2020, terjadi penambahan lebih dari 900 orang. Hal itu terjadi karena kurang disiplinnya masyarakat dan menahan diri untuk tidak mudik, berbelanja dan berkumpul.

Padahal, sudah jelas penyebaran Covid-19 sangat mudah dan cepat. Menjelang Idul Fitri 1441 H, beberapa pasar dan mal di Indonesia umumnya, dan Karawang khususnya ramai dikunjungi oleh pembeli.

Hal ini menimbulkan banyak kerumunan dan sudah pasti tidak menerapkan protokol kesehatan (tidak jaga jarak dan banyak yang tidak memakai masker). Pola perilaku seperti ini sangat rentan membuat penyebaran virus korona semakin luas.

“Kami sangat berharap masyarakat untuk bisa menahan diri untuk tidak terlebih dahulu keluar rumah, apa lagi hanya untuk belanja baju lebaran ditengah pandemi seperti ini,” sesal Fitra.

Untuk mempercepat penanganan Covid 19 tim gugus tugas tidak akan pernah bosan mengimbau masyarakat agar menjauhi kerumunan dan tidak mudik agar dapat memutus mata rantai covid-19.

Untuk update perkembangan Covid-19 di Karawang, memang ada kabar baik kembali. Bahwa satu pasien kembali dinyatakan sembuh. Yang berarti pasien terkonfirmasi positif tinggal 1 orang yang dirawat. “Dari 20 positif korona dari uji swab, tinggal 1 orang yang masih dirawat,” ujar Fitra.

Namun, hal itu bukan berarti masyarakat bisa keluar dan berkerumun. Pasalnya, penyebaran ODP dan PDP masih tinggi di Karawang. Untuk data orang reaktif rapid test, total ada 239 orang yang mana masih dalam observasi atau isolasi 34 orang. Sudah dinyatakan sembuh 185 orang dan meninggal dunia 20 orang.

Pasien dalam pengawasan (PDP) berjumlah total 338 orang. Masih dalam pengawasan atau dirawat 33 orang. Dinyatakan sembuh 280 orang dan meninggal dunia 25 orang.

Orang dalam pemantauan (ODP) berjumlah total 4.737 orang. Masih dalam pemantauan 1.067 orang, selesai pemantauan 3.658 orang dan meninggal dunia 3 orang.

(Firmansyah)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here