Neneng Siti Fatimah/ Anggota DPRD Karawang

v

KARAWANG– Anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Karawang, Neneng Siti Fatimah mengatakan, pencairan Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) 13 bagi ASN harus non politis. Bagaimana pun ini menyangkut hajat hidup orang banyak.


“Tidak boleh ada konspirasi politik karena TPP 13 merupakan bentuk perhatian Pemerintah Daerah kepada seluruh ASN di lingkungan Pemkab Karawang,” ujar Neneng.


Berkaitan dengan pencairannya, Neneng meminta BPKAD tidak boleh menghalang-halangi. Sebab harus ada nomenklatur berkaitan dengan pencairan di setiap OPD.


“Saya berharap setiap penganggaran itu harus tepat sasaran dan tidak boleh dipolitisasi,” tandasnya.


Sebelumnya dikabarkan, pencairan TPP ASN membuat khawatir para ASN di lingkungan Pemkab Karawang. Pasalnya, tambahan penghasilan berbasis kinerja itu semakin tak ada kejelasan, sementara dikabarkan sudah masuk dalam nomenklatur Anggaran Murni APBD Tahun 2020.


Terlebih lagi, pencairan TPP 13 di tahun politik ini hanya diberikan kepada ASN Non Guru dan tidak diperuntukkan bagi kalangan guru. Sehingga memunculkan dugaan politik di masyarakat, apakah ada kekhawatiran petahana jika mencairkan TPP 13 kepada ASN non guru akan berimbas pada dukungan kalangan guru dalam Pilkada 2020.


“Meski netral, ASN itu sendiri adalah WNI yang dilindungi oleh Undang-Undang untuk menentukan pilihan secara langsung, umum, jujur dan rahasia,” ujar salah seorang ASN yang bekerja di salah satu kantor kecamatan.


Berkenaan dengan TPP 13 yang tak jelas juntrungannya, ASN itu menambahkan, siapapun pejabat pengambil kebijakan saat ini jelas keputusannya merupakan tindakan zalim kepada seluruh ASN, lantaran tidak memberikan haknya.


“Sebagai konsekuensinya, bila TPP 13 tersebut dijadikan sebagai ajang politik, maka secara pribadi saya tidak akan berperan serta dalam menentukan pilihan kepada kontestan yang maju di Pilkada Karawang 2020. Demikian pola pandang saya secara pribadi. Mohon maaf bila salah ucap dan kata. Biarkan kami, sebagai ASN mengembara secara bebas, lepas dalam memilih, jangan jadikan kami objek penderita sebagai kambing hitam,” pungkasnya. (red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here