METRO KARAWANG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karawang, Jawa Barat mengumpulkan para influencer di Makodim 0604 Karawang. Mereka memiliki pengikut media sosial.

Juru Bicara tim gugus tugas percepatan penanganan Covid-19, dr. Fitra Hergyana mengatakan pihaknya berdiskusi bersama komunitas influencer media sosial. Selain diskusi, tujuan dari pertemuan tersebut salah satunya untuk mengantisipasi beredarnya kabar-kabar hoax terutama tentang Covid-19.

Mengingat penggunaan dan pengaruh media sosial di kalangan masyarakat cukup kuat. Terkait dengan kondisi pandemi, fakta bahwa media sosial kita seperti Facebook, Twitter, Instagram, Youtube dan lainnya, dibanjiri oleh arus informasi yang sangat deras.

Gugus Tugas dan Dinas Kominfo senantiasa menyampaikan informasi kepada masyarakat terkait dengan perkembangan penanganan Covid-19 di Kabupaten Karawang. “Namun kami prihatin bahwa faktanya, sampai saat ini, di media sosial masih ada informasi yang tidak benar, informasi yang menyesatkan dan mengandung hoax,” sesal Fitra.

Menurut dia, penanganan Covid-19 ini membutuhkan komitmen bersama dari semua pihak, Gugus Tugas, Pemerintah Daerah, Aparat TNI- POLRI, Perangkat Desa, Akademisi, LSM dan Ormas, Kalangan intelektual, Komunitas termasuk komunitas penggiat media sosial dan masyarakat secara umumnya.

Fitra menambahkan, Karawang kembali memiliki kabar baik, pasca kesembuhan terakhir pasien Covid, hingga hari ke-12 belum ada penambahan pasien terkonfirmasi positif virus korona.

“Kami berharap ini terus berlanjut. Semoga masyarakat patuh akan anjuran pemerintah,” ujarnya.

Namun, kabar duka juga ada yakni adanya ODP, PDP dan pasien reaktif yang meninggal dunia. Oleh karena itu, ia mengimbau kepada masyarakat agar terus berjaga jarak, menggunakan masker, rutin mencuci tangan, menjaga kebersihan dan jika perlu mengonsumsi vitamin.

“Kami ingin Karawang tak ada lagi positif. Semua ingin agar Kabupaten Karawang tercinta turun level lagi ke zona biru,” ujarnya.

Untuk reaktif rapid test, berjumlah total 271 orang, sembuh 229 orang, masih dalam observasi 15 orang dan meninggal dunia 27 orang. Pasien dalam pengawasan (PDP) berjumlah total 420 orang, selesai pengawasan 359 orang, masih dalam pengawasan 25 orang, meninggal dunia 36 orang.

Orang dalam pemantauan (ODP) berjumlah total 5.073 orang, selesai 4.739 orang, masih dalam pemantauan 328 orang dan meninggal dunia 6 orang. Untuk orang tanpa gejala berjumlah total 836 orang, selesai pemantauan 762 orang dan masih dalam pemantauan 74 orang.

Gugus Tugas selalu berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Pusat dalam rangka merumuskan kebijakan yang akan diambil dalam penanganan Covid-19, aparat memiliki diskresi di lapangan dalam hal penegakan peraturan, masyarakat yang harus mendukung usaha ini dengan tetap menjalankan anjuran pemerintah dan menjalankan protokol kesehatan dengan disiplin.

(Firmansyah)


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here