METRO KARAWANG – Aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karawang, masih tergolong rendah. Penyebabnya, hingga saat ini peraturan bupati (perbup) tentang zakat belum juga diterbitkan.

Alhasil, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Karawang, tahun 2020 ini hanya mampu mengelola zakat infak sadakah (ZIS) dari masyarakat senilai Rp 3,5 miliar.

Ketua BAZNAS Kabupaten Karawang, Kurnia Adam Kartayasa, berharap dukungan Pemkab Karawang untuk mengenjot pendapatan zakat lewat aturan baik perbup maupun intruksi. Dengan begitu, para ASN maupun pengusaha bisa ikut berpartisipasi.

“Kami juga tentunya membutuhkan dukungan Pemkab Karawang dalam hal ini bupati untuk mengeluarkan Perbup atau setidaknya memberikan intruksi bagi ASN dan pengusaha agar menyisihkan zakat dan menyalurkannya melalui BAZNAS. Karena jumlah ASN dan pengusaha di Karawang sangatlah banyak,” ungkap dia.

Artinya, sambung Adam, dengan potensi yang dimiliki Karawang baik dari jumlah ASN, pengusaha dan lain-lain maka tahun 2021 bisa mengumpulkan ZIS sebesar Rp 4,8 miliar. 

“Insyaallah target tersebut bisa dicapai dengan dukungan semua pihak. Semakin banyak ZIS yang terkumpul tentunya akan banyak juga masyarakat Karawang yang kurang mampu akan terbantu,” bilang dia.

Adam juga mengajak seluruh elemen masyarakat dengan kategori mampu untuk aktif menunaikan pembayaran ZIS. Sehingga banyak masyarakat kurang mampu dan membutuhkan di Karawang bisa terbantu.

“ZIS ini sangat berguna untuk membantu masyarakat yang kurang mampu atau yang termasuk mustahik,” tukas dia.

(Redaksi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here