METRO KARAWANG – Kabupaten Karawang serta 17 kabupaten dan 8 kota lainnya di Jawa Barat, menggelar rapat evaluasi penanganan Covid-19 bersama Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil melalui Video Conference (vicon), Jumat (3/7).

Rapat ini dihadiri langsung Bupati Karawang Cellica Nurrachadiana. Ia pun menjelaskan kondisi terkini penanggulangan pandemi di wilayah Karawang.

“Jadi seluruh stakeholder termasuk yang berada di Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Karawang sudah bekerja dengan baik,” kata Cellica di Command Centre Lantai 3 Gedung Singaperbangsa Karawang.

Ia berharap, kedepannya GTPP mampu memaksimalkan tugasnya dalam melakukan penanganan dan pencegahan Covid-19 di Karawang.

“Memang masih ada kekurangan namun akan segera diperbaiki. Saya harap, semua stakeholder terutama yang masuk di tim gugus tugas untuk terus memaksimalkan perannya dalam memutus mata rantai penyebaran Covid-19 di Karawang,” imbuh Cellica.

Sementara itu, Juru bicara tim gugus tugas percepatan penanganan covid-19 Kabupaten Karawang, dr. Fitra Hergyana mengumumkan Kabupaten Karawang masih berada dalam level zona kuning.

Hal tersebut merujuk pada surat dari Sekretariat Daerah Provinsi Jawa Barat tentang Hasil Evaluasi Tingkat Kewaspadaan COVID-19 Serta Evaluasi Kinerja GTPP Kabupaten/Kota, Kabupaten Karawang ditetapkan pada level 3 (warna kuning) yang artinya cukup berat.

Penghitungan Level Kewaspadaan didasarkan pada 8 indikator. Indikator-indikator tersebut adalah ; laju ODP per daerah, laju PDP, laju kesembuhan, laju kematian, laju reproduksi COVID-19, laju transmisi, laju pergerakan/kemacetan, dan risiko biografis.

“Hal ini menunjukan bahwa Kabupaten Karawang tidak sepenuhnya sudah aman dari resiko penularan COVID-19,” ujarnya.

Apalagi, secara nasional kasus positif COVID-19 per tanggal 2 Juli 2020 bertambah 1.624 kasus, akumulasi total kasus menjadi 59.394. Hal tersebut merupakan rekor tertinggi dari kasus COVID-19 yang pernah terjadi di Indonesia.

“Berdasarkan data dan fakta tersebut, COVID-19 masih menjadi persoalan besar yang harus kita atasi dengan serius,” ujarnya.

Sementara, di kabupaten Karawang kembali bertambah satu pasien terkonfirmasi positif. Yakni Ny. TH warga Kecamatan Kotabaru yang sebelumnya berstatus PDP dan dirawat di RS Paru Jatisari sehingga daftar pasien terpapar virus korona pun bertambah. “Hasil swab positif, yang bersangkutan bekerja sebagai karyawan swasta,” kata dr. Fitra.

Perilaku baru seperti social distancing, physical distancing, penggunaan masker, cuci tangan sesering mungkin adalah kondisi yang akan membentuk kultur baru masyarakat yang dapat mencegah penularan COVID-19.

“Bagi pasien sembuh COVID-19 juga tetap harus mematuhi protokol kesehatan karena potensi terjangkit atau terinfeksi kembali masih sangat mungkin terjadi,” tandasnya

(Hayat)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here